Database Hadis & Sains

Menemukan Fakta Sains & Teknologi Dalam Hadis

Jelajahi topik berdasarkan kategori, cari kata kunci, lalu buka detail untuk membaca hadis, terjemah, dan penjelasan ilmiahnya.

Teknologi

Kejujuran Data dalam Pengambilan Keputusan

حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ وَإِنَّكُمْ تَخْتَصِمُونَ إِلَىَّ فَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَلْحَنَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ فَأَقْضِيَ لَهُ عَلَى نَحْوِ مَا أَسْمَعُ مِنْهُ فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ بِشَىْءٍ مِنْ حَقِّ أَخِيهِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنَ النَّارِ ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Malik, dari Hisyam bin 'Urwah, dari ayahnya, dari Zainab binti Abi Salamah, dari Ummu Salamah RA (istri Nabi ﷺ), bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa, dan kalian datang kepadaku untuk berselisih. Mungkin sebagian dari kalian lebih pandai bersilat lidah (lebih mahir dalam argumennya) daripada yang lain, sehingga aku memutuskan perkara untuknya berdasarkan apa yang aku dengar darinya. Maka barangsiapa yang aku putuskan untuknya sesuatu yang sebenarnya adalah hak saudaranya, janganlah ia mengambilnya sedikit pun, karena sesungguhnya aku hanyalah memotongkan untuknya sepotong bagian dari api neraka.'" (HR. Malik, Bukhari, & Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini membahas keterbatasan manusia dalam mengolah informasi dan pentingnya kejujuran input data, yang sangat relevan dengan prinsip Sains Data dan Kecerdasan Buatan (AI) masa kini. 1. Prinsip GIGO (Garbage In, Garbage Out) Dalam teknologi informasi, keputusan yang dihasilkan oleh sebuah sistem sangat bergantung pada kualitas data masukan. - Input Data: Jika seseorang memberikan data yang salah namun terlihat logis dan meyakinkan (bersilat lidah), maka sistem (hakim/AI) akan menghasilkan output yang salah pula. - Keterbatasan Pemrosesan: Nabi ﷺ menekankan bahwa keputusan diambil berdasarkan "apa yang didengar" (data yang tersaji). Secara teknis, ini menunjukkan bahwa keputusan hukum adalah hasil dari pemrosesan data eksternal, bukan pembacaan pikiran atau sihir. 2. Retorika vs Kebenaran Data (Heuristik) Istilah "lebih pandai bersilat lidah" dalam konteks modern dapat dianalogikan dengan manipulasi algoritma atau penyajian visual data yang menyesatkan (Misleading Visualization). - Bias Argumen: Seorang pengacara atau sistem yang mahir bisa memanipulasi bukti sehingga "probabilitas" kebenaran berpihak padanya. - Verifikasi: Teknologi saat ini (seperti Blockchain atau Digital Forensics) berupaya meminimalkan celah "silat lidah" ini dengan menyediakan data yang tidak bisa dimanipulasi (immutable). 3. Etika Pengguna dalam Sistem Mandiri Hadis ini menempatkan tanggung jawab akhir pada User (pengguna). Meskipun sistem memberikan akses atau hak (karena kesalahan input data), pengguna yang mengetahui kebenaran secara internal wajib melakukan pembatalan secara manual. - Keamanan Transaksi: Dalam sistem perbankan atau perdagangan digital, jika terjadi kesalahan sistem yang menguntungkan satu pihak, secara etika teknologi, pengguna harus melaporkan kesalahan tersebut daripada mengeksploitasinya.

al-Muwaṭṭa’ Mālik, Kitāb al-Aqḍiyah

Teknologi

Keahlian Manusia dalam Mengelola Pertanian

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَمْرٌو النَّاقِدُ، كِلاَهُمَا عَنِ الأَسْوَدِ بْنِ عَامِرٍ، - قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ، - حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، وَعَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم مَرَّ بِقَوْمٍ يُلَقِّحُونَ فَقَالَ ‏"‏ لَوْ لَمْ تَفْعَلُوا لَصَلُحَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ فَخَرَجَ شِيصًا فَمَرَّ بِهِمْ فَقَالَ ‏"‏ مَا لِنَخْلِكُمْ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا قُلْتَ كَذَا وَكَذَا قَالَ ‏"‏ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan 'Amru An-Naqid, keduanya dari Al-Aswad bin 'Amir. Abu Bakar berkata: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin 'Amir, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, dari Hisyam bin 'Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah; dan dari Tsabit, dari Anas RA, bahwasanya Nabi ﷺ pernah melewati suatu kaum yang sedang melakukan penyerbukan (kurma), lalu beliau bersabda: 'Seandainya kalian tidak melakukannya, mungkin itu juga akan baik.' Anas berkata: Namun setelah itu, ternyata kurma tersebut tumbuh dengan kualitas buruk (shiish - kurma yang tidak berbiji/rusak). Kemudian Nabi ﷺ melewati mereka lagi dan bertanya: 'Mengapa dengan pohon kurma kalian?' Mereka menjawab: 'Engkau pernah berkata begini dan begitu.' Beliau lalu bersabda: 'Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini sangat menarik karena memberikan legitimasi pada penggunaan Teknologi Pertanian dan penelitian ilmiah berbasis pengalaman manusia. 1. Teknologi Penyerbukan Buatan (Artificial Pollination) Pohon kurma (Phoenix dactylifera) adalah tanaman Dioecious, artinya bunga jantan dan bunga betina berada pada pohon yang berbeda. - Keterbatasan Alami: Jika mengandalkan angin atau serangga secara alami di kebun yang luas, peluang serbuk sari jantan bertemu putik betina seringkali tidak merata. - Intervensi Teknologi: Masyarakat Madinah sejak dulu menggunakan teknologi penyerbukan manual (tabir). Mereka mengambil bunga jantan dan mengikatkannya atau mengibaskannya pada bunga betina. Secara botani, ini memastikan fertilisasi terjadi pada hampir semua bunga, sehingga hasil panen menjadi maksimal dan berkualitas tinggi. 2. Fenomena Shiish (Gagal Panen secara Biologis) Dalam hadis disebutkan hasilnya menjadi shiish. - Partenokarpi tak diinginkan: Tanpa penyerbukan yang sukses, kurma mungkin tetap tumbuh namun tidak berkembang sempurna. Buahnya menjadi kecil, tidak berbiji, rasanya sepet, dan tidak memiliki nilai ekonomi. Ini membuktikan bahwa dalam sistem pertanian tertentu, intervensi teknologi manusia adalah syarat mutlak untuk mencapai hasil optimal. 3. Validasi Sains dan Metodologi Ilmiah Kalimat "Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian" adalah prinsip besar dalam perkembangan teknologi: - Eksperimen dan Observasi: Nabi ﷺ membiarkan para sahabat belajar dari hasil observasi lapangan. Ketika sebuah metode (penyerbukan) terbukti secara empiris memberikan hasil lebih baik, maka metode itulah yang harus diikuti. - Spesialisasi Keahlian: Hadis ini mengakui bahwa ilmu-ilmu spesifik seperti agronomi, rekayasa genetika, atau teknik sipil, dikembangkan melalui akumulasi pengetahuan dan pengalaman manusia di dunia.

Sahih Muslim No. 2363