Medis
Ritme Sirkadian dan Pola Istirahat
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ، عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ، عَنْ أَبِي بَرْزَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا.
"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salam, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Khalid Al-Hadzdzā’, dari Abul Minhal, dari Abu Barzah, bahwa Rasulullah SAW: 'Membenci tidur sebelum shalat Isya dan benci berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.' (HR. Bukhari)"
Fakta Sains
Ringkasan penjelasan
Hadis ini berkaitan erat dengan ilmu kronobiologi dan higinitas tidur (sleep hygiene). Secara medis, pola yang disarankan Rasulullah SAW sangat selaras dengan pengaturan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus bangun dan tidur. Larangan tidur sebelum Isya (pada waktu petang atau awal malam) sangat logis secara medis karena tidur pada waktu tersebut dapat mengganggu keseimbangan hormon melatonin. Jika seseorang tidur sebentar sebelum Isya, hal itu dapat menurunkan "tekanan tidur" (sleep pressure), sehingga menyebabkan insomnia atau kesulitan tidur nyenyak di malam hari yang seharusnya merupakan waktu istirahat utama. Sementara itu, larangan berbincang-bincang setelah Isya (begadang tanpa keperluan) bertujuan untuk menjaga durasi tidur yang cukup. Secara fisiologis, tubuh manusia melakukan proses detoksifikasi, regenerasi sel, dan penguatan memori secara optimal pada malam hari. Aktivitas berbincang-bincang atau stimulasi mental setelah Isya cenderung memicu hormon kortisol (hormon stres) yang menghambat rasa kantuk. Dengan segera beristirahat setelah Isya, tubuh mendapatkan fase tidur Deep Sleep (tidur dalam) yang lebih berkualitas, yang sangat krusial bagi kesehatan jantung, fungsi otak, dan sistem metabolisme. Analisis Utama: Pengaturan Hormon: Menghindari tidur di awal malam menjaga produksi melatonin tetap sinkron dengan kegelapan malam. Kualitas Tidur: Tidur lebih awal setelah Isya memastikan tubuh mendapatkan siklus tidur penuh yang mendukung pemulihan sistem organ. Kesehatan Mental: Menghindari stimulasi berlebih (berbincang/begadang) di akhir malam membantu menstabilkan fungsi kognitif dan emosional di keesokan harinya.
Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 568)