Database Hadis & Sains

Menemukan Fakta Sains & Teknologi Dalam Hadis

Jelajahi topik berdasarkan kategori, cari kata kunci, lalu buka detail untuk membaca hadis, terjemah, dan penjelasan ilmiahnya.

Medis

Reaksi Tubuh Saat Marah dan Cara Meredakannya

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ، عَنْ أَبِي حَمْزَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ، قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَرَجُلاَنِ يَسْتَبَّانِ، فَأَحَدُهُمَا احْمَرَّ وَجْهُهُ وَانْتَفَخَتْ أَوْدَاجُهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنِّي لأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ، لَوْ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ‏.‏ ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ ‏"‏‏.‏ فَقَالُوا لَهُ إِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ تَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ‏"‏‏.‏ فَقَالَ وَهَلْ بِي جُنُونٌ

"Telah menceritakan kepada kami 'Abdan, dari Abu Hamzah, dari Al-A'masy, dari 'Adi bin Tsabit, dari Sulaiman bin Shurad RA, ia berkata: Aku pernah duduk bersama Nabi ﷺ sementara ada dua orang lelaki yang saling mencaci. Salah seorang dari mereka telah merah wajahnya dan urat lehernya menegang (membengkak). Maka Nabi ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat yang jika ia ucapkan, niscaya akan hilang apa yang ia rasakan (marahnya). Seandainya ia mengucapkan: "A'udzu billahi minas-syaithan" (Aku berlindung kepada Allah dari setan), niscaya akan hilang apa yang ia rasakan.' > Orang-orang kemudian berkata kepada lelaki itu: 'Sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: Berlindunglah kepada Allah dari setan.' Namun lelaki itu menjawab: 'Apakah aku sudah gila?'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Deskripsi fisik dalam hadis ini menggambarkan secara akurat apa yang terjadi pada tubuh manusia saat mengalami lonjakan emosi kemarahan yang hebat. 1. Vasodilatasi dan Perubahan Wajah Menjadi Merah Deskripsi "wajahnya memerah" adalah fenomena fisiologis nyata. Mekanisme: Saat marah, otak memicu kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon Adrenalin (Epinefrin) ke dalam darah. Hal ini menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah mengalami vasodilatasi (pelebaran) di area wajah dan leher untuk meningkatkan aliran darah. Tujuannya secara evolusioner adalah mempersiapkan otot wajah dan otak untuk menghadapi ancaman. 2. Tekanan Darah dan Menegangnya Urat Leher Deskripsi "urat lehernya menegang" (intafakhat awdajuhu) berkaitan dengan tekanan hemodinamik. Vena Jugularis: Pembengkakan yang terlihat di leher sering kali merupakan tanda meningkatnya tekanan vena dan peningkatan volume darah yang dipompa jantung secara mendadak. Otot-otot di sekitar leher dan rahang juga mengalami kontraksi isometrik akibat tegangan sistem saraf simpatik. 3. Neuropsikologi: Interupsi Kognitif melalui Doa Nabi ﷺ memberikan solusi berupa kalimat doa sebagai teknik "Cognitive Reframing": Aktivasi Prefrontal Cortex: Saat marah besar, bagian otak emosional (Amygdala) mengambil alih kontrol (hijacking). Mengucapkan sebuah kalimat doa yang disadari mengharuskan otak untuk mengaktifkan Prefrontal Cortex (bagian otak berpikir). Relaksasi melalui Kata: Secara psikologis, mengalihkan fokus dari objek kemarahan ke kalimat perlindungan memaksa sistem saraf beralih dari mode Simpatik (tegang) ke Parasimpatik (tenang), yang perlahan menurunkan detak jantung dan tekanan darah. 4. Penolakan Lelaki Tersebut (Anosognosia Emosional) Reaksi lelaki yang menjawab "Apakah aku gila?" menunjukkan kondisi di mana seseorang yang dikuasai amarah kehilangan kesadaran diri (self-awareness). Secara medis, kemarahan yang ekstrem dapat menurunkan kemampuan penilaian objektif, sehingga saran yang logis sekalipun dianggap sebagai serangan.

Sahih al-Bukhari No. 3282

Medis

Karantina adalah Kunci Memutus Wabah

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ، قَالَ سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ بْنَ سَعْدٍ، قَالَ سَمِعْتُ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ، يُحَدِّثُ سَعْدًا عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا ‏"‏‏.‏ فَقُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَهُ يُحَدِّثُ سَعْدًا وَلاَ يُنْكِرُهُ قَالَ نَعَمْ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin 'Umar, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, ia berkata: telah mengabarkan kepadaku Habib bin Abi Tsabit, ia berkata: aku mendengar Ibrahim bin Sa'ad berkata: aku mendengar Usamah bin Zaid RA menceritakan kepada Sa'ad (bin Abi Waqqas) dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: 'Jika kalian mendengar wabah penyakit (Tha'un) melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Dan jika wabah itu terjadi di negeri tempat kalian berada, maka janganlah kalian keluar darinya.' Aku (Habib) bertanya: 'Engkau benar-benar mendengar beliau menceritakannya kepada Sa'ad dan ia tidak mengingkarinya?' Ia menjawab: 'Ya'." (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini menetapkan protokol kesehatan masyarakat yang baru dipahami dan diterapkan secara global secara ketat ribuan tahun kemudian, terutama saat pandemi COVID-19. 1. Konsep Karantina Wilayah (Lockdown) Instruksi Nabi ﷺ mencakup dua arah pengendalian pergerakan manusia: Inbound (Mencegah Masuk): "Jangan memasukinya." Ini bertujuan untuk mencegah orang yang sehat terpapar patogen (virus/bakteri) di wilayah zona merah. Outbound (Mencegah Keluar): "Jangan keluar darinya." Ini adalah konsep Karantina Mandiri. Tujuannya adalah mencegah orang yang mungkin sudah terinfeksi (meskipun belum bergejala/OTG) menjadi pembawa (carrier) yang menyebarkan penyakit ke wilayah baru yang masih bersih. 2. Memutus Rantai Penularan (Breaking the Chain) Dalam epidemiologi, penyebaran penyakit bergantung pada mobilitas manusia. Vektor Manusia: Manusia adalah kendaraan utama bagi patogen. Dengan menghentikan mobilitas total di area wabah, virus atau bakteri kehilangan "kendaraan" untuk berpindah. Penurunan Kurva (Flattening the Curve): Dengan tetap berada di tempat, sistem kesehatan setempat dapat fokus menangani pasien yang ada tanpa membebani wilayah lain yang sistem kesehatannya mungkin tidak siap menghadapi wabah baru. 3. Prinsip Infectious Disease Control Hadis ini sangat cerdas karena mempertimbangkan masa Inkubasi. Seseorang yang tampak sehat di wilayah wabah bisa saja sudah membawa bibit penyakit di dalam tubuhnya. Jika ia diizinkan keluar ke negeri lain, ia akan memulai rantai infeksi baru di sana.

Sahih al-Bukhari No. 5728

Medis

Menjaga Tubuh dari Kelelahan Ekstrem (puasa saat perjalanan jauh)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ، بَشَّارٍ جَمِيعًا عَنْ مُحَمَّدِ، بْنِ جَعْفَرٍ - قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، - عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْحَسَنِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، - رضى الله عنهما - قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي سَفَرٍ فَرَأَى رَجُلاً قَدِ اجْتَمَعَ النَّاسُ عَلَيْهِ وَقَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ فَقَالَ ‏"‏ مَا لَهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا رَجُلٌ صَائِمٌ ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ لَيْسَ مِنَ الْبِرِّ أَنْ تَصُومُوا فِي السَّفَرِ ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, Muhammad bin Al-Mutsanna, dan Ibnu Basysyar, semuanya dari Muhammad bin Ja'far—Abu Bakar berkata: telah menceritakan kepada kami Ghundar—dari Syu'bah, dari Muhammad bin 'Abdurrahman bin Sa'ad, dari Muhammad bin 'Amru bin Al-Hasan, dari Jabir bin 'Abdullah RA, ia berkata: Rasulullah ﷺ pernah berada dalam suatu perjalanan, lalu beliau melihat seorang laki-laki yang dikerumuni orang banyak dan sedang diberikan naungan (pucat/pingsan). Beliau bertanya: 'Ada apa dengan orang ini?' Mereka menjawab: 'Dia sedang berpuasa.' Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Bukanlah suatu kebaikan melakukan puasa dalam perjalanan (yang memberatkan).'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Konteks hadis ini adalah perjalanan di masa itu yang dilakukan di bawah terik matahari dengan aktivitas fisik yang berat. 1. Fisiologi Cairan (Hidrasi) Perjalanan jauh di daerah panas menyebabkan tubuh kehilangan cairan secara masif melalui keringat. Hipovolemia: Jika seseorang berpuasa dalam kondisi ini, volume darah akan menurun (hipovolemia). Hal ini menyebabkan tekanan darah drop drastis, sehingga otak kekurangan oksigen. Inilah yang menyebabkan laki-laki dalam hadis tersebut tampak pingsan atau lemas hingga harus dikerumuni. Gagal Ginjal Akut: Dehidrasi berat saat aktivitas fisik dapat memicu kerusakan ginjal akut karena kekurangan aliran darah ke ginjal. 2. Termoregulasi (Pingsan karena Panas) Kondisi laki-laki tersebut kemungkinan besar mengalami Heat Exhaustion (kelelahan karena panas). Mekanisme Pendinginan: Tubuh mendinginkan diri melalui penguapan keringat. Tanpa asupan air, mekanisme ini terhenti, suhu inti tubuh naik, dan mengakibatkan pingsan. Nabi ﷺ melihat bahwa memaksakan puasa dalam kondisi ini justru merusak tubuh, yang secara medis dikategorikan sebagai tindakan yang membahayakan nyawa. 3. Nutrisi dan Energi (Hipoglikemia) Perjalanan membutuhkan energi besar. Glukosa Darah: Aktivitas fisik saat safar menghabiskan cadangan glikogen di otot dan hati. Jika tidak ada asupan makanan, kadar gula darah akan turun drastis (hipoglikemia), menyebabkan pusing, gemetar, dan kehilangan kesadaran.

Sahih Muslim 1115a