Biologi
Tahapan Penciptaan Manusia (Embriologi)
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهْوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ قَالَ " إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا، فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ لَهُ اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ. ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ، فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ ".
"Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Ar-Rabi', telah menceritakan kepada kami Abu Al-Ahwash, dari Al-A'masy, dari Zaid bin Wahb, ia berkata: Abdullah (bin Mas'ud) berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami —dan beliau adalah orang yang jujur lagi dibenarkan perkataannya— beliau bersabda:'Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah/sesuatu yang menempel) dalam waktu yang sama, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) dalam waktu yang sama pula. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat yang diperintahkan untuk menetapkan empat perkara; dikatakan kepadanya: Tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya, dan apakah ia celaka atau bahagia. Kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya. Maka sesungguhnya ada seseorang di antara kalian yang beramal hingga jarak antara dirinya dengan surga tinggal satu hasta, namun ketetapan (takdir) mendahuluinya, sehingga ia melakukan amalan penghuni neraka (di akhir hayatnya). Dan ada seseorang yang beramal hingga jarak antara dirinya dengan neraka tinggal satu hasta, namun ketetapan mendahuluinya, sehingga ia melakukan amalan penghuni surga.' (HR. Bukhari)"
Fakta Sains
Ringkasan penjelasan
Hadis ini berkaitan erat dengan ilmu embriologi, yaitu cabang biologi yang mempelajari perkembangan embrio dari pembuahan hingga kelahiran. Secara sains, hadis ini memberikan deskripsi bertahap mengenai fase-fase awal kehidupan manusia di dalam rahim yang selaras dengan pengamatan mikroskopis modern. Fase pertama (40 hari pertama) dapat dikorelasikan dengan tahap zigot hingga pembentukan blastokista, di mana materi genetik "dikumpulkan" dan pembelahan sel terjadi secara masif. Istilah 'alaqah secara harfiah berarti sesuatu yang menempel atau menghisap, yang secara akurat menggambarkan proses implantasi embrio pada dinding rahim layaknya lintah yang mendapatkan nutrisi. Tahap selanjutnya, mudghah atau "segumpal daging yang seperti bekas kunyahan," secara visual sangat mirip dengan fase somit pada embrio, di mana struktur dasar tubuh mulai beruas-ruas menyerupai bekas gigitan. Penjelasan bertahap ini menunjukkan bahwa teks suci telah mengidentifikasi transformasi morfologis janin jauh sebelum teknologi ultrasonografi (USG) ditemukan, memberikan landasan tentang kapan kehidupan biologis (sel) mulai bertransformasi menjadi kehidupan yang memiliki dimensi spiritual (peniupan ruh). Poin Penting Analisis Medis & Spiritual: 1. Kronologi Waktu: Pembagian fase dalam kelipatan 40 hari memberikan kerangka waktu klinis bagi perkembangan organogenesis dasar. 2. Terminologi Akurat: Penggunaan kata 'alaqah dan mudghah diakui oleh banyak ilmuwan embriologi (seperti Keith L. Moore) sebagai deskripsi yang sangat akurat untuk bentuk fisik embrio pada masa awal. 3. Determinasi Biopsikososial: Penulisan rezeki, ajal, dan nasib saat janin berkembang menunjukkan bahwa potensi dasar manusia sudah terbentuk sejak dalam kandungan (interaksi antara genetik dan lingkungan).
Sahih al-Bukhari 3208