Database Hadis & Sains

Menemukan Fakta Sains & Teknologi Dalam Hadis

Jelajahi topik berdasarkan kategori, cari kata kunci, lalu buka detail untuk membaca hadis, terjemah, dan penjelasan ilmiahnya.

Biologi

Perlindungan Membran Janin dan Refleks Respirasi

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ كُلُّ بَنِي آدَمَ يَطْعُنُ الشَّيْطَانُ فِي جَنْبَيْهِ بِإِصْبَعِهِ حِينَ يُولَدُ، غَيْرَ عِيسَى بْنِ مَرْيَمَ، ذَهَبَ يَطْعُنُ فَطَعَنَ فِي الْحِجَابِ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: 'Setiap anak Adam akan ditusuk/disentuh oleh setan pada kedua sisinya dengan jarinya saat ia dilahirkan, kecuali Isa bin Maryam. Setan hendak menusuknya, namun ia (hanya) menusuk pada hijab (selaput pembungkus/ari-ari).’" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Meskipun hadis ini mengandung dimensi metafisika yang kental, terdapat korelasi anatomi dan fisiologi yang menarik untuk ditinjau saat proses bayi keluar dari rahim. 1. Anatomi "Al-Hijab" (Selaput Pelindung) Dalam terminologi anatomi, janin di dalam rahim dibungkus oleh selaput ketuban (amniotic sac) dan dilayani oleh plasenta. Dalam hadis ini, disebutkan bahwa setan menusuk pada hijab (penghalang). Secara biologis, Plasenta dan Membran Amnion berfungsi sebagai "barrier" atau penghalang fisik dan imunologis yang melindungi bayi dari infeksi, trauma, dan zat berbahaya dari luar selama dalam kandungan hingga proses persalinan. 2. Stimulus Saraf dan Tangisan Pertama Secara fisiologi, setiap bayi yang lahir akan menangis (akibat "tusukan" atau stimulasi). Dari sisi medis, ini adalah respons terhadap perubahan lingkungan yang drastis: - Refleks Taktil: Sentuhan fisik dan perubahan suhu saat keluar dari rahim memicu saraf sensorik di kulit bayi. - Aktivasi Paru-paru: Tangisan pertama sangat krusial untuk membuka alveoli paru-paru agar bayi bisa bernapas secara mandiri setelah sebelumnya mendapatkan oksigen melalui tali pusat. "Tusukan" pada sisi tubuh (area rusuk/diafragma) secara mekanis berkaitan dengan ekspansi rongga dada untuk pernapasan pertama. 3. Posisi Lateral (Kedua Sisi Tubuh) Hadis menyebutkan tusukan pada "kedua sisi" (janbaihi). Secara anatomi, area ini adalah lokasi otot-otot interkostal dan diafragma yang mengatur mekanika pernapasan. Stimulasi pada area ini saat proses persalinan (akibat kontraksi rahim dan tekanan jalan lahir) membantu memicu refleks pernapasan yang kuat pada bayi baru lahir.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 3286)

Biologi

Dari Biologi Janin hingga Evolusi Spiritual Akhir Hayat

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَوَكِيعٌ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ، اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ الْهَمْدَانِيُّ - وَاللَّفْظُ لَهُ - حَدَّثَنَا أَبِي وَأَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ قَالُوا حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ ‏ "‏ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَالَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Waki’. (Dalam jalur lain) telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair Al-Hamdani —dan lafal ini miliknya— telah menceritakan kepada kami ayahku, Abu Mu’awiyah, dan Waki’, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Zaid bin Wahb, dari Abdullah (bin Mas'ud), ia berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami —dan beliau adalah orang yang jujur lagi dibenarkan perkataannya— beliau bersabda:'Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi 'alaqah (sesuatu yang menempel) dalam waktu yang sama (40 hari), kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) dalam waktu yang sama pula (40 hari). Kemudian diutuslah malaikat kepadanya, lalu ia meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat ketetapan: tentang rezekinya, ajalnya, amalnya, serta apakah ia celaka atau bahagia.Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang di antara kalian ada yang melakukan amalan penghuni surga hingga jarak antara dirinya dengan surga tinggal satu hasta, namun ketetapan (takdir) mendahuluinya, sehingga ia melakukan amalan penghuni neraka dan ia pun masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kalian ada yang melakukan amalan penghuni neraka hingga jarak antara dirinya dengan neraka tinggal satu hasta, namun ketetapan mendahuluinya, sehingga ia melakukan amalan penghuni surga dan ia pun masuk ke dalamnya.' (HR. Muslim)"

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini berkaitan erat dengan bidang embriologi prenatal dan psikologi perkembangan. Dari sisi biologis, hadis ini menjelaskan kronologi pembentukan janin yang sangat mendetail; mulai dari fase pembuahan hingga fase organogenesis (pembentukan organ). Penekanan pada angka "40 hari" selaras dengan pengamatan medis bahwa pada akhir minggu ke-6 atau awal minggu ke-7 (sekitar hari ke-40), jantung janin mulai berdenyut dan struktur dasar manusia mulai terlihat jelas. Secara psikologis dan filosofis, bagian akhir hadis mengenai perubahan perilaku di akhir hayat berkaitan dengan konsep neuroplastisitas dan determinisme. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian dan nasib manusia tidak bersifat statis; ada faktor internal (pilihan amal) dan faktor eksternal (takdir/lingkungan) yang terus berinteraksi. Dalam medis modern, periode 120 hari (3 kali 40 hari) yang disebutkan sebagai waktu peniupan ruh sering menjadi titik krusial dalam diskusi etika kedokteran mengenai batas legalitas aborsi dan definisi "kehidupan" secara utuh bagi seorang individu. Analisis Utama: Mekanisme Biologis: Penjelasan bertahap dari sel menjadi struktur yang menempel ('alaqah) hingga bentuk yang memiliki volume (mudghah). Bioetika: Penentuan waktu 120 hari sebagai fase "peniupan ruh" memberikan panduan dalam hukum medis Islam terkait janin. Psikologi Perilaku: Mengajarkan bahwa manusia memiliki kapasitas untuk berubah (growth mindset) hingga detik terakhir hidupnya, sekaligus pengingat tentang kerendahan hati intelektual dan spiritual.

Ṣaḥīḥ Muslim (Hadits no. 2643)

Biologi

Keajaiban Penciptaan Manusia dalam Rahim

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَوَكِيعٌ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ، اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ الْهَمْدَانِيُّ - وَاللَّفْظُ لَهُ - حَدَّثَنَا أَبِي وَأَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ قَالُوا حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ ‏ "‏ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَالَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Waki’. (Dalam jalur lain) telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair Al-Hamdani—dan lafaz ini miliknya—telah menceritakan kepada kami ayahku, Abu Mu’awiyah, dan Waki’, mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Zaid bin Wahb, dari Abdullah (bin Mas'ud) RA, ia berkata: Rasulullah ﷺ menceritakan kepada kami—dan beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan ucapannya: 'Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari (sebagai nutfah), kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah/sesuatu yang menempel) selama itu pula, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu pula. Kemudian diutuslah malaikat kepadanya untuk meniupkan ruh dan diperintahkan untuk menuliskan empat ketetapan: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia celaka atau bahagia...'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini memberikan deskripsi bertahap yang sangat akurat mengenai perkembangan janin yang baru bisa dibuktikan secara medis ribuan tahun kemudian melalui mikroskop dan ultrasonografi (USG). 1. Tahap 40 Hari Pertama: Fase Awal & Organogenesis Dalam sains, 40 hari pertama adalah masa yang sangat krusial (masa embrionik). Nutfah ke Blastokista: Setelah pembuahan, sel membelah dan membentuk blastokista yang kemudian tertanam di rahim. Pembentukan Dasar: Pada akhir minggu ke-6 (sekitar hari ke-42), jantung mulai berdetak dan dasar-dasar otak serta anggota tubuh mulai terbentuk. 2. Tahap 'Alaqah (Sesuatu yang Menempel/Bergantung) Secara bahasa, 'alaqah berarti sesuatu yang menempel atau lintah. Kesesuaian Medis: Embrio pada tahap awal mendapatkan nutrisi dengan cara menempel pada dinding rahim (implantasi). Secara visual, embrio pada tahap ini memang terlihat seperti lintah yang bergantung dan menyerap nutrisi dari darah ibunya. 3. Tahap Mudghah (Segumpal Daging/Tampak Seperti Bekas Kunyahan) Kata Mudghah menggambarkan sesuatu yang memiliki bekas gigitan. Somit: Pada tahap ini, di punggung embrio muncul struktur yang disebut Somit. Somit ini tampak seperti tonjolan-tonjolan berderet yang secara visual sangat mirip dengan bekas gigitan gigi pada sepotong daging. Struktur inilah yang nantinya menjadi tulang belakang dan otot. 4. Penulisan Takdir dan Genetika Secara metaforis, penulisan rezeki, ajal, dan sifat manusia pada masa janin berkaitan dengan Program Genetik. Cetak Biru Kehidupan: Sejak pembuahan, seluruh informasi mengenai potensi fisik, kecenderungan biologis, dan karakteristik dasar seseorang sudah "tertulis" dalam kode DNA. Sains modern mengakui bahwa banyak aspek kehidupan kita sudah terprogram secara biologis sejak dalam rahim.

Sahih Muslim No. 2643a

Biologi

Mengendalikan Hewan Pembawa Kuman di Rumah

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي، هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً وَمَنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً لِدُونِ الأُولَى وَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً لِدُونِ الثَّانِيَةِ ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Abdullah, dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa yang membunuh cicak/tokek (Wazaghah) pada pukulan pertama, maka baginya pahala sekian dan sekian. Barangsiapa yang membunuhnya pada pukulan kedua, maka baginya pahala sekian dan sekian yang lebih kecil dari yang pertama. Dan barangsiapa yang membunuhnya pada pukulan ketiga, maka baginya pahala sekian dan sekian yang lebih kecil dari yang kedua.'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Secara biologis dan medis, ada alasan kuat mengapa hewan kategori Wazaghah (cicak dinding, tokek, dan sejenisnya) perlu dikendalikan populasinya di dalam lingkungan rumah. 1. Mikrobiologi: Pembawa Bakteri Salmonella Secara medis, cicak dan tokek dikategorikan sebagai hewan pengganggu yang membawa patogen. Kontaminasi Makanan: Kulit dan kotoran cicak sering kali mengandung bakteri Salmonella. Bakteri ini adalah penyebab utama keracunan makanan, diare parah, dan tifus. Karena cicak sering merayap di area dapur, meja makan, dan langit-langit, risiko jatuhnya kotoran atau kuman ke makanan manusia sangat tinggi. Parasit: Cicak juga diketahui membawa telur cacing dan parasit lainnya yang dapat berpindah ke lingkungan manusia. 2. Kecepatan dan Ketepatan (Efisiensi Mekanis) Mengapa ada perbedaan pahala antara pukulan pertama, kedua, dan ketiga? Ini berkaitan dengan Prinsip Efisiensi dan Ihsan. Menghindari Penderitaan Hewan: Dalam biologi, hewan memiliki sistem saraf untuk merasakan nyeri. Membunuh dalam satu pukulan (cepat) berarti memutus sistem saraf pusat secara instan, sehingga hewan tidak menderita lama. Ini adalah prinsip Eutanasi yang etis dalam sains. Kemampuan Adaptasi Hewan: Cicak memiliki kemampuan Autotomi (memutuskan ekor) dan gerak refleks yang sangat cepat. Jika pukulan pertama gagal, hewan tersebut akan melepaskan hormon stres dan bergerak lebih liar, sehingga lebih sulit ditangkap dan berisiko menyebarkan kuman lebih luas saat ia melarikan diri ke celah-celah bangunan. 3. Higienitas Lingkungan Dalam ekologi pemukiman, populasi cicak yang terlalu banyak menunjukkan sanitasi yang kurang baik (biasanya karena banyak nyamuk atau serangga kecil sebagai makanannya). Mengendalikan cicak berarti juga mendorong manusia untuk menjaga kebersihan rumah dari serangga lain.

Sahih Muslim No. 2240a

Biologi

360 Sendi dan Rahasia Kesehatan Tubuh

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ، - يَعْنِي ابْنَ سَلاَّمٍ - عَنْ زَيْدٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلاَّمٍ، يَقُولُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ فَرُّوخَ، أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ، تَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِي آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ فَمَنْ كَبَّرَ اللَّهَ وَحَمِدَ اللَّهَ وَهَلَّلَ اللَّهَ وَسَبَّحَ اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ اللَّهَ وَعَزَلَ حَجَرًا عَنْ طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ شَوْكَةً أَوْ عَظْمًا عَنْ طَرِيقِ النَّاسِ وَأَمَرَ بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهَى عَنْ مُنْكَرٍ عَدَدَ تِلْكَ السِّتِّينَ وَالثَّلاَثِمِائَةِ السُّلاَمَى فَإِنَّهُ يَمْشِي يَوْمَئِذٍ وَقَدْ زَحْزَحَ نَفْسَهُ عَنِ النَّارِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو تَوْبَةَ وَرُبَّمَا قَالَ ‏"‏ يُمْسِي ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Hasan bin 'Ali Al-Hulwani, telah menceritakan kepada kami Abu Taubah Ar-Rabi' bin Nafi', telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah—yakni Ibnu Sallam—dari Zaid, bahwa ia mendengar Abu Sallam berkata: telah menceritakan kepadaku 'Abdullah bin Farrukh, bahwa ia mendengar Aisyah RA berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya setiap manusia dari anak cucu Adam diciptakan di atas tiga ratus enam puluh (360) persendian. Maka barangsiapa yang bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih, dan beristigfar kepada Allah, atau menyingkirkan batu dari jalanan manusia, atau duri, atau tulang dari jalanan manusia, atau menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, sebanyak jumlah tiga ratus enam puluh persendian tersebut, maka ia berjalan (atau memasuki waktu sore) pada hari itu dalam keadaan telah menjauhkan dirinya dari api neraka.'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini mencatat angka 360 secara spesifik, yang merupakan fakta medis mengenai jumlah persendian manusia secara keseluruhan. 1. Osteologi dan Artikulas (Ilmu Tulang dan Sendi) Dalam anatomi modern, jumlah tulang orang dewasa adalah sekitar 206, namun jumlah sendi (pertemuan antar tulang) jauh lebih banyak. Klasifikasi Sendi: Sendi terbagi menjadi sendi mati (Sinartrosis), sendi kaku (Amfiartrosis), dan sendi gerak (Diartrosis). Penghitungan Medis: Banyak literatur medis kontemporer (seperti dalam buku Human Body oleh Dr. Sarah Brewer) yang mengonfirmasi bahwa tubuh manusia memang memiliki sekitar 360 sendi jika menghitung seluruh persendian kecil di tulang belakang, tengkorak, tangan, dan kaki. Sendi tulang belakang dan dada: 147 Sendi anggota gerak atas (tangan): 86 Sendi anggota gerak bawah (kaki): 88 Sendi panggul dan tengkorak: 39 Total: 360 2. Biomekanika dan Aktivitas Fisik Nabi ﷺ menghubungkan syukur atas sendi ini dengan tindakan fisik (menyingkirkan batu, berjalan, dll). Kesehatan Muskuloskeletal: Secara biomekanika, sendi yang tidak digunakan untuk bergerak akan mengalami kekakuan (ankylosis). Aktivitas sosial-fisik yang dicontohkan dalam hadis (berjalan di jalan umum untuk membantu orang lain) secara tidak langsung adalah bentuk fisioterapi alami untuk menjaga kesehatan 360 sendi tersebut. 3. Metabolisme dan Rasa Syukur Setiap gerakan yang dilakukan untuk menyingkirkan rintangan melibatkan koordinasi ratusan sendi secara simultan. Sains mengakui bahwa mobilitas manusia adalah sistem yang sangat kompleks yang memungkinkan kita berinteraksi dengan lingkungan secara efisien.

Sahih Muslim No. 1007a

Biologi

Menjaga Kebersihan Sumber Air

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَمُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ، قَالاَ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، ح وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْمَاءِ الرَّاكِدِ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Muhammad bin Rumh, keduanya berkata: telah mengabarkan kepada kami Al-Laits. (Dalam jalur lain) telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Al-Laits, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir RA, dari Rasulullah ﷺ: 'Bahwasanya beliau melarang buang air kecil di air yang diam (tidak mengalir).'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Larangan ini sangat logis secara medis dan ilmiah untuk mencegah terjadinya wabah penyakit serta kerusakan ekosistem air. 1. Konsentrasi Patogen dan Infeksi Air (Waterborne Diseases) Dalam air yang mengalir (sungai), limbah akan terbawa arus dan mengalami pengenceran (dilution). Namun, dalam air yang diam (al-ma' ar-rakid) seperti kolam atau genangan: Akumulasi Bakteri: Urine manusia dapat mengandung bakteri dan parasit. Jika dibuang ke air diam, mikroba tersebut tidak akan pergi ke mana-mana, melainkan berkembang biak secara eksponensial. Siklus Penularan: Air tersebut menjadi "bom waktu" bagi siapa pun yang menggunakan air itu untuk mandi, mencuci, atau tidak sengaja tertelan. Penyakit seperti Kolera, Disentri, dan Schistosomiasis (infeksi cacing pita air) menyebar melalui cara ini. 2. Eutrofikasi (Kerusakan Ekosistem Air)Secara kimiawi, urine mengandung nitrogen (N) dan fosfor (P) dalam kadar tinggi. Ledakan Alga: Di air yang diam, nutrisi dari urine bertindak sebagai pupuk bagi alga. Fenomena ini disebut Eutrofikasi. Alga akan tumbuh menutupi permukaan air secara berlebihan (algal bloom). Penurunan Oksigen: Saat alga mati dan membusuk, proses tersebut menghabiskan oksigen terlarut dalam air, yang mengakibatkan ikan dan organisme air lainnya mati karena kekurangan oksigen (hipoksia). 3. Toksisitas AmoniaUrine yang terdegradasi dalam air diam akan berubah menjadi Amonia. Tanpa aliran air untuk membawanya pergi, kadar amonia akan meningkat hingga mencapai level yang beracun bagi kulit manusia dan kehidupan akuatik.

Sahih Muslim No. 281