Biologi
Mengapa Kita Dilarang Meniup Minuman?
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَيُّوبَ، وَهُوَ ابْنُ حَبِيبٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا الْمُثَنَّى الْجُهَنِيَّ، يَذْكُرُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِي الشُّرْبِ . فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِي الإِنَاءِ قَالَ " أَهْرِقْهَا " . قَالَ فَإِنِّي لاَ أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ " فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
"Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Khasyram, telah mengabarkan kepada kami 'Isa bin Yunus, dari Malik bin Anas, dari Ayyub—yaitu Ibnu Habib—bahwa ia mendengar Abu Al-Mutsanna Al-Juhani menyebutkan dari Abu Sa'id Al-Khudri RA: Bahwasanya Nabi ﷺ melarang meniup pada minuman. Kemudian seorang laki-laki berkata: 'Aku melihat ada kotoran (debu/kecil) di dalam wadah itu.' Beliau bersabda: 'Tumpahkanlah (buang kotorannya).' Orang itu berkata lagi: 'Sesungguhnya aku tidak merasa puas (haus tidak hilang) hanya dengan satu nafas.' Beliau bersabda: 'Kalau begitu, jauhkanlah wadah itu dari mulutmu (saat bernafas).'" (HR. Tirmidzi, Hadis Hasan Shahih)
Fakta Sains
Ringkasan penjelasan
1. Reaksi Kimia: Pembentukan Asam Karbonat Saat kita bernapas, gas yang kita keluarkan adalah Karbondioksida (CO_2). Reaksi dengan Air: Ketika CO_2 ditiupkan ke dalam air (H_2O), terjadi reaksi kimia yang membentuk Asam Karbonat (H_2CO_3). CO_2 + H_2O menjadi H_2CO_3 Dampak: Meskipun dalam jumlah kecil, perubahan tingkat keasaman (pH) pada minuman dapat memengaruhi keseimbangan asam-basa dalam tubuh jika dilakukan secara terus-menerus. 2. Mikrobiologi: Kontaminasi Bakteri dan Virus Mulut manusia adalah rumah bagi ribuan jenis mikroorganisme (mikrobiota mulut). Transmisi Droplet: Saat meniup, kita mengeluarkan partikel air kecil (droplet) yang membawa kuman, bakteri, atau sisa makanan dari mulut ke dalam minuman. Ini meningkatkan risiko kontaminasi silang, terutama jika wadah tersebut digunakan bersama orang lain. 3. Masalah Partikel (Kotoran/Debu) Instruksi Nabi ﷺ untuk "menumpahkannya" saat melihat kotoran adalah prinsip Sanitasi Fisik. Daripada meniupnya (yang justru bisa membuat kotoran semakin tersebar di permukaan air atau justru memasukkan kuman dari mulut), membuang sebagian air yang ada kotorannya adalah cara paling efektif untuk memastikan sisa air tetap bersih dari kontaminan fisik. 4. Fisiologi: Manajemen Nafas Saat Minum Saran Nabi ﷺ untuk menjauhkan wadah saat ingin mengambil nafas (fabinil qadaha 'an fika) berkaitan dengan Efisiensi Oksigen. Minum terburu-buru tanpa menjauhkan gelas membuat seseorang sering kali bernapas di dalam gelas. Hal ini menyebabkan ia menghirup kembali CO_2 yang baru saja ia keluarkan, sehingga asupan oksigen ke otak berkurang dan menyebabkan rasa sesak atau tidak puas saat minum.
Jami` at-Tirmidhi No. 1887