Astronomi
Astronomi dan Siklus Kalender Kamariah
حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا الأَسْوَدُ بْنُ قَيْسٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ " إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسُبُ الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا ". يَعْنِي مَرَّةً تِسْعَةً وَعِشْرِينَ، وَمَرَّةً ثَلاَثِينَ.
"Telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah menceritakan kepada kami Al-Aswad bin Qais, telah menceritakan kepada kami Said bin 'Amru, bahwa ia mendengar Ibnu Umar RA dari Nabi SAW, beliau bersabda: 'Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi, kami tidak menulis dan tidak pula menghitung. Bulan itu adalah begini dan begini.' Maksudnya, terkadang dua puluh sembilan hari dan terkadang tiga puluh hari. (HR. Bukhari)"
Fakta Sains
Ringkasan penjelasan
Hadis ini berkaitan erat dengan sistem penanggalan Lunisolar (berbasis bulan) dan astronomi posisi. Secara ilmiah, hadis ini memberikan dasar yang sangat kuat mengenai durasi satu siklus sinodik bulan.Siklus Sinodik Bulan: Secara astronomis, satu bulan kamariah ditentukan berdasarkan revolusi bulan mengelilingi bumi relatif terhadap matahari. Durasi rata-rata satu siklus ini adalah sekitar 29,53 hari. Karena hari harus berupa bilangan bulat, maka dalam sistem matematika kalender, durasi bulan harus digenapkan menjadi 29 atau 30 hari. Kepastian Numerik: Pernyataan Rasulullah SAW bahwa bulan itu "begini dan begini" (29 atau 30) menunjukkan pemahaman akurat bahwa dalam kalender lunar, tidak ada bulan yang berjumlah 28 atau 31 hari. Ini adalah fakta astronomis yang permanen. Metode Observasi (Rukyat): Penggunaan istilah "kami tidak menghitung (la nahsub)" pada masa itu merujuk pada kemudahan syariat yang mengutamakan observasi langsung (melihat hilal) daripada perhitungan rumit (hisab) yang pada masa itu belum bisa diakses oleh masyarakat umum. Namun, secara implisit, hadis ini mengakui adanya sistem aritmatika waktu yang mengatur pergantian fase bulan. Analisis Utama: Aritmatika Kalender: Pembulatan angka 29,53 hari menjadi selang-seling 29 dan 30 hari adalah cara paling akurat untuk sinkronisasi kalender dengan fenomena langit. Sains Navigasi: Pengamatan bulan merupakan metode navigasi dan penentuan waktu tertua di dunia yang diakui secara ilmiah keakuratannya. Demokratisasi Sains: Pernyataan "umat ummi" menunjukkan bahwa hukum alam (sunnatullah) dapat dipahami melalui observasi fisik yang sederhana namun tetap berbasis pada keteraturan matematis yang kompleks.
Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 1913)