Astronomi
Fenomena Kosmik Terbelahnya Bulan
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ شُعْبَةَ، وَسُفْيَانَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِرْقَتَيْنِ، فِرْقَةً فَوْقَ الْجَبَلِ وَفِرْقَةً دُونَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " اشْهَدُوا ".
"Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Syu'bah dan Sufyan, dari Al-A'masy, dari Ibrahim, dari Abu Ma'mar, dari Ibnu Mas'ud RA, ia berkata: 'Bulan terbelah menjadi dua bagian pada masa Rasulullah SAW; satu bagian berada di atas gunung dan bagian lainnya berada di bawahnya (di balik gunung). Maka Rasulullah SAW bersabda: "Saksikanlah!"'" (HR. Bukhari)
Fakta Sains
Ringkasan penjelasan
Hadis ini mencatat salah satu peristiwa luar biasa yang dalam sains dapat ditinjau melalui beberapa pendekatan mekanika langit dan pengamatan permukaan. 1. Integritas Struktural Bulan Secara astronomi, bulan adalah benda langit padat yang terikat oleh gravitasi internalnya sendiri. Peristiwa terbelahnya bulan secara fisik merupakan fenomena yang melampaui hukum fisika normal (mukjizat). Jika sebuah benda langit seukuran bulan benar-benar terpisah, secara teoritis ia akan menciptakan gangguan gravitasi yang masif pada pasang surut air laut di bumi. Namun, kembalinya bulan ke bentuk semula menunjukkan adanya pemulihan integritas struktural yang instan. 2. Fitur Geologi: Rimae (Parit Bulan) Para astronom telah memetakan permukaan bulan dan menemukan fitur yang disebut Rimae atau Rilles (parit/rekahan panjang). Salah satu yang paling terkenal adalah Hadley Rille. Meskipun ilmu geologi bulan saat ini menjelaskan bahwa rekahan ini terbentuk akibat aktivitas vulkanik kuno atau saluran lava yang runtuh, keberadaan garis-garis rekahan panjang yang melintasi permukaan bulan sering kali menjadi objek diskusi menarik jika dikaitkan dengan catatan sejarah mengenai pembelahan bulan. 3. Perspektif Pengamat (Paralaks dan Sudut Pandang) Laporan Ibnu Mas'ud yang menyatakan satu bagian berada "di atas gunung" dan lainnya "di bawah gunung" menunjukkan posisi pengamat berada pada sudut tertentu di mana perspektif visual bulan tampak terpisah oleh bentang alam (Gunung Abi Qubais di Mekkah). Secara optik, ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut terjadi di ruang angkasa namun terproyeksi secara nyata dalam medan pandang manusia di bumi.
Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 4864)