Database Hadis & Sains

Menemukan Fakta Sains & Teknologi Dalam Hadis

Jelajahi topik berdasarkan kategori, cari kata kunci, lalu buka detail untuk membaca hadis, terjemah, dan penjelasan ilmiahnya.

Biologi

Perlindungan Membran Janin dan Refleks Respirasi

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ كُلُّ بَنِي آدَمَ يَطْعُنُ الشَّيْطَانُ فِي جَنْبَيْهِ بِإِصْبَعِهِ حِينَ يُولَدُ، غَيْرَ عِيسَى بْنِ مَرْيَمَ، ذَهَبَ يَطْعُنُ فَطَعَنَ فِي الْحِجَابِ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: 'Setiap anak Adam akan ditusuk/disentuh oleh setan pada kedua sisinya dengan jarinya saat ia dilahirkan, kecuali Isa bin Maryam. Setan hendak menusuknya, namun ia (hanya) menusuk pada hijab (selaput pembungkus/ari-ari).’" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Meskipun hadis ini mengandung dimensi metafisika yang kental, terdapat korelasi anatomi dan fisiologi yang menarik untuk ditinjau saat proses bayi keluar dari rahim. 1. Anatomi "Al-Hijab" (Selaput Pelindung) Dalam terminologi anatomi, janin di dalam rahim dibungkus oleh selaput ketuban (amniotic sac) dan dilayani oleh plasenta. Dalam hadis ini, disebutkan bahwa setan menusuk pada hijab (penghalang). Secara biologis, Plasenta dan Membran Amnion berfungsi sebagai "barrier" atau penghalang fisik dan imunologis yang melindungi bayi dari infeksi, trauma, dan zat berbahaya dari luar selama dalam kandungan hingga proses persalinan. 2. Stimulus Saraf dan Tangisan Pertama Secara fisiologi, setiap bayi yang lahir akan menangis (akibat "tusukan" atau stimulasi). Dari sisi medis, ini adalah respons terhadap perubahan lingkungan yang drastis: - Refleks Taktil: Sentuhan fisik dan perubahan suhu saat keluar dari rahim memicu saraf sensorik di kulit bayi. - Aktivasi Paru-paru: Tangisan pertama sangat krusial untuk membuka alveoli paru-paru agar bayi bisa bernapas secara mandiri setelah sebelumnya mendapatkan oksigen melalui tali pusat. "Tusukan" pada sisi tubuh (area rusuk/diafragma) secara mekanis berkaitan dengan ekspansi rongga dada untuk pernapasan pertama. 3. Posisi Lateral (Kedua Sisi Tubuh) Hadis menyebutkan tusukan pada "kedua sisi" (janbaihi). Secara anatomi, area ini adalah lokasi otot-otot interkostal dan diafragma yang mengatur mekanika pernapasan. Stimulasi pada area ini saat proses persalinan (akibat kontraksi rahim dan tekanan jalan lahir) membantu memicu refleks pernapasan yang kuat pada bayi baru lahir.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 3286)

Fisika

Aktivitas Seismik Global dan Kompresi Waktu

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ، وَتَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ ـ وَهْوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ ـ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ الْمَالُ فَيَفِيضُ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Syu'aib, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Abu Az-Zinad, dari 'Abdurrahman Al-A'raj, dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: 'Kiamat tidak akan terjadi hingga ilmu dicabut, banyak terjadi gempa bumi (Zalazil), waktu terasa semakin singkat (Yataqaraba az-zaman), munculnya berbagai fitnah, dan banyaknya Al-Harj—yaitu pembunuhan, pembunuhan—hingga harta benda melimpah ruah di antara kalian.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini mencakup fenomena alam dan fisika yang sangat relevan dengan pemahaman sains modern. 1. Peningkatan Aktivitas Seismik (Taktsuru az-Zalazil) Secara Geofisika, gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi dari pergeseran lempeng tektonik. - Frekuensi Gempa: Secara statistik, pemantauan global menunjukkan aktivitas seismik yang terus tercatat setiap tahun. Peningkatan jumlah gempa yang "terasa" atau merusak bisa dikaitkan dengan pergerakan kerak bumi yang semakin dinamis atau peningkatan populasi manusia di area rawan bencana (zona cincin api), sehingga dampak gempa semakin sering dirasakan dan dilaporkan. 2. Persepsi dan Kompresi Waktu (Yataqaraba az-Zaman) Secara ilmiah, "waktu yang semakin singkat" dapat dianalisis dari dua sudut pandang: - Relativitas Psikologis: Dalam Psikologi Kognitif, percepatan arus informasi dan teknologi transportasi membuat durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas atau perjalanan menjadi sangat pendek. Hal ini menciptakan persepsi bahwa "waktu berjalan lebih cepat" karena otak memproses lebih banyak stimuli dalam durasi yang sama. - Faktor Geofisika (Rotasi Bumi): Secara teknis, gempa bumi besar (seperti gempa Jepang 2011 atau Sumatra 2004) dapat menggeser distribusi massa bumi dan mempercepat rotasi bumi dalam skala mikrodetik. Meski secara fisik perubahannya sangat kecil, ini adalah bukti nyata hubungan antara "banyak gempa" dengan "perubahan durasi waktu". 3. Entropi Sosial dan Informasi "Dicabutnya ilmu" dan "munculnya fitnah" dalam konteks Teori Informasi berkaitan dengan tingginya noise (informasi palsu/fitnah) yang mengaburkan kebenaran. Ketika data melimpah namun kualitas pemahaman menurun, terjadi kondisi di mana ilmu secara fungsional "hilang" dari masyarakat meskipun akses terhadap data sangat mudah.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 1036)

Fisika

Anomali Fisika dan Restorasi Ekosistem Akhir Zaman

حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ، بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ جَابِرٍ الطَّائِيُّ، قَاضِي حِمْصَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ، جُبَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ، جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلاَبِيَّ، ح وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ، - وَاللَّفْظُ لَهُ - حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ جَابِرٍ الطَّائِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ، نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ، جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ، قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ فَخَفَّضَ فِيهِ وَرَفَّعَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَيْهِ عَرَفَ ذَلِكَ فِينَا فَقَالَ ‏"‏ مَا شَأْنُكُمْ ‏"‏ ‏.‏ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ غَدَاةً فَخَفَّضْتَ فِيهِ وَرَفَّعْتَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالاً يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا ‏"‏ ‏.‏ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِي الأَرْضِ قَالَ ‏"‏ أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ ‏"‏ ‏.‏ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ قَالَ ‏"‏ لاَ اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ ‏"‏ ‏.‏ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا إِسْرَاعُهُ فِي الأَرْضِ قَالَ ‏"‏ كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيحُ فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوهُمْ فَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَالأَرْضَ فَتُنْبِتُ فَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًا وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ ثُمَّ يَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ لَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَىْءٌ مِنْ أَمْوَالِهِمْ وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِي كُنُوزَكِ ‏.‏ فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ ثُمَّ يَدْعُو رَجُلاً مُمْتَلِئًا شَبَابًا فَيَضْرِبُهُ بِالسَّيْفِ فَيَقْطَعُهُ جَزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ وَيَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ يَضْحَكُ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِي حَيْثُ يَنْتَهِي طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِي عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَى عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لاَ يَدَانِ لأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ ‏.‏ وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا وَيَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ ‏.‏ وَيُحْصَرُ نَبِيُّ اللَّهُ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لأَحَدِكُمُ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهُمُ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ يَهْبِطُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى الأَرْضِ فَلاَ يَجِدُونَ فِي الأَرْضِ مَوْضِعَ شِبْرٍ إِلاَّ مَلأَهُ زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللَّهِ فَيُرْسِلُ اللَّهُ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ مَطَرًا لاَ يَكُنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلاَ وَبَرٍ فَيَغْسِلُ الأَرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا كَالزَّلَفَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ ‏.‏ فَيَوْمَئِذٍ تَأْكُلُ الْعِصَابَةُ مِنَ الرُّمَّانَةِ وَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا وَيُبَارَكُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى أَنَّ اللِّقْحَةَ مِنَ الإِبِلِ لَتَكْفِي الْفِئَامَ مِنَ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْبَقَرِ لَتَكْفِي الْقَبِيلَةَ مِنَ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْغَنَمِ لَتَكْفِي الْفَخِذَ مِنَ النَّاسِ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ رِيحًا طَيِّبَةً فَتَأْخُذُهُمْ تَحْتَ آبَاطِهِمْ فَتَقْبِضُ رُوحَ كُلِّ مُؤْمِنٍ وَكُلِّ مُسْلِمٍ وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ ‏"‏ ‏.

An-Nawwas bin Sam’an RA berkata: Rasulullah SAW menyebutkan tentang Dajjal pada suatu pagi. Beliau merendahkan dan meninggikan suaranya (saat menceritakannya) sehingga kami menyangka Dajjal itu berada di kelompok pohon kurma (dekat kami). Ketika kami mendatangi beliau, beliau mengetahui kecemasan pada wajah kami, lalu bertanya: "Ada apa dengan kalian?" Kami menjawab: "Wahai Rasulullah, engkau menyebutkan Dajjal pagi tadi, engkau merendahkan dan meninggikan suaramu sampai kami menyangka ia ada di balik pohon kurma." Beliau bersabda: "Bukan Dajjal yang paling aku khawatirkan atas kalian. Jika ia keluar dan aku masih bersama kalian, maka akulah yang akan menghadapinya (berhujjah) demi kalian. Namun jika ia keluar dan aku tidak lagi bersama kalian, maka setiap orang menjadi pembela bagi dirinya sendiri, dan Allah adalah penggantiku dalam menjaga setiap muslim. Ia (Dajjal) adalah pemuda yang rambutnya sangat keriting, matanya menonjol (buta sebelah), aku menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan. Siapa pun di antara kalian yang menjumpainya, bacalah kepadanya ayat-ayat pembuka Surat Al-Kahfi. Ia akan muncul di jalan antara Syam dan Irak, lalu ia membuat kerusakan ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba Allah, teguhlah kalian!" Kami bertanya: "Wahai Rasulullah, berapa lama ia tinggal di bumi?" Beliau menjawab: "Empat puluh hari; sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian biasanya." Kami bertanya: "Wahai Rasulullah, pada hari yang seperti setahun itu, apakah cukup bagi kami shalat sehari saja?" Beliau menjawab: "Tidak, ukurlah (perkirakanlah) waktunya sesuai kadarnya (seperti jadwal harian biasa)." Kami bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatannya di bumi?" Beliau menjawab: "Seperti hujan yang ditiup angin kencang. Ia mendatangi suatu kaum lalu mengajak mereka, mereka pun beriman dan memenuhi ajakannya. Ia memerintahkan langit maka turunlah hujan, memerintahkan bumi maka tumbuhlah tanaman. Hewan ternak mereka pun kembali di sore hari dalam keadaan punuknya paling tinggi, ambing susunya paling penuh, dan lambungnya paling lebar. Kemudian ia mendatangi kaum lain dan mengajak mereka, namun mereka menolak. Ia meninggalkan mereka, lalu mereka tertimpa kekeringan hebat hingga tidak ada sedikit pun harta yang tersisa di tangan mereka. Ia melewati reruntuhan bangunan lalu berkata: 'Keluarkan harta karunmu!', maka harta karun itu mengikutinya seperti segerombolan lebah jantan. Lalu ia memanggil seorang pemuda, ia menebasnya dengan pedang hingga tubuh pemuda itu terbelah menjadi dua bagian sejauh lemparan panah. Kemudian ia memanggil pemuda itu kembali, dan pemuda itu pun datang dengan wajah berseri-seri sambil tertawa. Di saat itulah, Allah mengutus Al-Masih putra Maryam. Ia turun di menara putih sebelah timur Damaskus dengan mengenakan dua lembar kain berwarna kuning, sambil meletakkan kedua telapak tangannya di atas sayap dua malaikat. Jika ia menundukkan kepala, air menetes, dan jika ia mengangkatnya, meluncurlah butiran keringat seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau napasnya kecuali akan mati, dan napasnya sejauh pandangan matanya. Ia mencari Dajjal hingga menemukannya di pintu Ludd (Palestina), lalu membunuhnya. Kemudian Isa mendatangi suatu kaum yang telah dijaga oleh Allah dari fitnah Dajjal, ia mengusap wajah mereka dan menceritakan derajat mereka di surga. Di tengah kondisi itu, Allah mewahyukan kepada Isa: 'Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku (Yakjuj dan Makjuj) yang tidak ada seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku (yang beriman) mengungsi ke gunung Thur.' Lalu Allah membangkitkan Yakjuj dan Makjuj, mereka turun dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi. Barisan terdepan mereka melewati Danau Thabariyah (Tiberias) dan meminum seluruh airnya, hingga barisan terakhir mereka lewat dan berkata: 'Dulu di sini pernah ada air.' Nabi Isa dan para sahabatnya terkepung hingga kepala seekor sapi saat itu lebih berharga bagi mereka daripada seratus dinar milik kalian hari ini. Nabi Isa dan para sahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengirimkan ulat-ulat (nagaf) pada leher Yakjuj dan Makjuj, sehingga mereka semua mati serentak seperti matinya satu jiwa. Lalu Nabi Isa dan sahabatnya turun ke bumi, mereka tidak menemukan sejengkal tanah pun kecuali dipenuhi oleh bau busuk dan bangkai mereka. Nabi Isa dan sahabatnya pun berdoa kepada Allah, lalu Allah mengirimkan burung-burung yang lehernya seperti leher unta, yang membawa bangkai-bangkai itu dan melemparkannya ke mana pun Allah kehendaki. Kemudian Allah menurunkan hujan yang menjangkau seluruh rumah penduduk kota maupun desa, membasuh bumi hingga bersih mengkilap seperti cermin. Lalu diperintahkan kepada bumi: 'Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah berkahmu!' Pada hari itu, sekelompok orang dapat kenyang hanya dengan memakan satu buah delima dan mereka dapat bernaung di bawah kulitnya. Susu diberkahi, hingga perahan susu seekor unta cukup untuk orang sekampung, susu seekor sapi cukup untuk satu kabilah, dan susu seekor kambing cukup untuk satu kerabat. Di saat mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirimkan angin yang lembut yang menyentuh ketiak mereka, lalu mencabut nyawa setiap mukmin dan setiap muslim. Maka tinggallah manusia-manusia buruk yang bercampur baur (melakukan asusila di depan umum) seperti keledai, dan pada merekalah kiamat terjadi."

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini mencakup fenomena kompleks yang menembus berbagai disiplin ilmu, mulai dari relativitas waktu hingga manipulasi meteorologi. 1. Relativitas dan Dilatasi Waktu (Time Dilation) Hadis menyebutkan adanya hari yang durasinya setara dengan satu tahun, satu bulan, dan satu pekan. Analisis Astronomi: Secara fisik, ini merujuk pada perubahan drastis dalam Rotasi Bumi. Jika rotasi bumi melambat secara ekstrem hingga hampir berhenti, satu hari (siang dan malam) bisa berlangsung sangat lama. Analisis Kinematika: Perintah Nabi untuk "mengukur waktu" (iqduru lahu qadrahu) menunjukkan bahwa meskipun siklus cahaya matahari (siang-malam) kacau, Waktu Absolut (detik, menit, jam) tetap berjalan konstan. Ini adalah instruksi ilmiah untuk tetap menggunakan standar waktu linier di tengah anomali rotasi planet. 2. Manipulasi Cuaca dan Tekanan Udara Dajjal digambarkan mampu memerintahkan langit untuk hujan dan bumi untuk tumbuh. Meteorologi: Dalam sains modern, ini mirip dengan teknologi Cloud Seeding (penyemaian awan) namun dalam skala yang jauh lebih masif dan instan. Kemampuan ini menunjukkan manipulasi terhadap kelembaban udara dan distribusi awan untuk menciptakan ketergantungan pangan pada satu otoritas. Kecepatan Gerak: Kecepatan Dajjal yang digambarkan seperti "hujan ditiup angin" secara fisik merujuk pada mobilitas yang sangat tinggi (super-sonik), memungkinkan perpindahan antarwilayah dalam waktu yang sangat singkat. 3. Ekologi dan Krisis Sumber Daya Air Fenomena Yakjuj dan Makjuj yang meminum habis Danau Thabariyah (Tiberias). Hidrologi: Ini adalah gambaran tentang Over-consumption (konsumsi berlebih) oleh populasi yang meledak secara eksponensial. Danau Tiberias adalah cadangan air tawar utama di wilayah tersebut. Habisnya air tersebut dalam waktu singkat menunjukkan laju metabolisme dan kebutuhan biologis populasi yang luar biasa besar yang mampu menyebabkan kekeringan total secara instan. 4. Patologi dan Biologi Parasit Kematian Yakjuj dan Makjuj disebabkan oleh Nagaf (ulat/serangga kecil) di leher mereka. Entomologi Medis: Ini merujuk pada serangan parasitik massal. Dalam biologi, fenomena ini mirip dengan Pandemi Zoonosis atau serangan larva serangga yang menyerang jaringan lunak (Myiasis). Kematian serentak "seperti satu jiwa" menunjukkan tingkat virulensi (daya tular) yang sangat tinggi yang mematikan seluruh populasi dalam satu siklus hidup parasit tersebut. 5. Efek Gigantisme dan Keberkahan Biologis Setelah bumi dibersihkan, muncul buah delima yang besar dan keberkahan pada susu. Genetika Pertanian: Fenomena satu buah delima yang bisa menaungi banyak orang dan mengenyangkan sekelompok orang secara sains merujuk pada Gigantisme Tanaman. Ini bisa terjadi karena pemulihan kualitas tanah secara ekstrem dan optimalisasi nutrisi tanah setelah pembersihan besar-besaran, yang memungkinkan tanaman mengekspresikan potensi genetiknya secara maksimal. Bio-efisiensi: Peningkatan produksi susu pada ternak menunjukkan efisiensi konversi pakan menjadi energi dan nutrisi yang sangat tinggi (optimalisasi metabolisme hewan).

Ṣaḥīḥ Muslim (Hadits no. 2937)

Astronomi

Banyaknya Bintang dan Kepadatan Alam Langit

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْمُهَاجِرِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ مُوَرِّقٍ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ وَأَسْمَعُ مَا لاَ تَسْمَعُونَ أَطَّتِ السَّمَاءُ وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلاَّ وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا وَمَا تَلَذَّذْتُمْ بِالنِّسَاءِ عَلَى الْفُرُشِ وَلَخَرَجْتُمْ إِلَى الصُّعُدَاتِ تَجْأَرُونَ إِلَى اللَّهِ ‏"‏ ‏.‏ لَوَدِدْتُ أَنِّي كُنْتُ شَجَرَةً تُعْضَدُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَنَسٍ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَيُرْوَى مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ أَنَّ أَبَا ذَرٍّ قَالَ لَوَدِدْتُ أَنِّي كُنْتُ شَجَرَةً تُعْضَدُ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani', telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Ibrahim bin Al-Muhajir, dari Mujahid, dari Muwarriq, dari Abu Dzar RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat dan aku mendengar apa yang tidak kalian dengar. Langit merintih/mengerit (Aththath), dan memang sudah haknya bagi langit untuk merintih. Tidak ada satu ruang pun seukuran empat jari melainkan di sana ada malaikat yang meletakkan dahinya bersujud kepada Allah. > Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis, kalian tidak akan merasa nikmat bersama wanita di atas ranjang, dan kalian akan keluar menuju tanah lapang memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah.' > (Abu Dzar menambahkan): 'Duhai, seandainya aku hanyalah sebatang pohon yang ditebang'." (HR. Tirmidzi, ia berkata: Hadis ini Hasan Gharib)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini menggunakan istilah Aththath (suara beban berat yang membebani pelana atau bangunan) untuk menggambarkan kondisi langit. Hal ini dapat ditinjau melalui konsep beban massa dalam ruang semesta. 1. Fenomena Kerapatan Ruang (Space Density) Dalam astronomi, ruang angkasa sering dianggap sebagai vakum atau ruang hampa. Namun, hadis ini menjelaskan bahwa langit sebenarnya "penuh" secara dimensi lain (malaikat). Massa Non-Barionik: Dalam kosmologi modern, diketahui bahwa materi yang kita lihat (bintang, planet) hanya mengisi sekitar 5% alam semesta. Sisanya adalah Dark Matter dan Dark Energy yang mengisi setiap jengkal ruang. Analogi "setiap empat jari ada yang bersujud" secara sains selaras dengan konsep bahwa ruang yang tampak kosong sebenarnya memiliki kerapatan energi atau massa yang sangat tinggi yang menjaga struktur alam semesta tetap utuh. 2. Bunyi Akibat Beban Ekstrem (Aththath) Kata Aththath merujuk pada suara derit benda yang menahan beban sangat berat melampaui kapasitas normalnya. Gelombang Gravitasi: Secara astrofisika, ruang-waktu (space-time) bukanlah sesuatu yang kaku, melainkan kain elastis yang dapat melengkung dan bergetar akibat massa yang besar. Getaran pada struktur ruang-waktu ini dikenal sebagai Gelombang Gravitasi. Tegangan Ruang: Istilah "langit merintih karena beban" dapat diinterpretasikan secara ilmiah sebagai besarnya energi dan massa yang mengisi alam semesta, yang memberikan tekanan luar biasa pada dimensi ruang-waktu itu sendiri. 3. Keterbatasan Sensorik Manusia Kalimat "Aku melihat apa yang tidak kalian lihat" berkaitan dengan Spektrum Elektromagnetik. Mata manusia hanya mampu melihat cahaya tampak (visible light), yang hanya merupakan sebagian kecil dari spektrum energi di alam semesta. Terdapat realitas lain (seperti gelombang radio, sinar-X, materi gelap, atau dimensi lain) yang ada di sekitar kita namun tidak terdeteksi oleh indra manusia tanpa alat bantu.

Jāmiʿ at-Tirmiḏī (Hadits no. 2312)

Astronomi

Penciptaan Alam Semesta dan Awal Kosmos

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ، أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ سَرْحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ، وَهْبٍ أَخْبَرَنِي أَبُو هَانِئٍ الْخَوْلاَنِيُّ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو، بْنِ الْعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ "‏ كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ - قَالَ - وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepadaku Abu Ath-Thahir, Ahmad bin 'Amr bin Abdullah bin 'Amr bin Sarh, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab, telah mengabarkan kepadaku Abu Hani' Al-Khaulani, dari Abu 'Abdurrahman Al-Hubuli, dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Allah telah menuliskan takdir (ketetapan) setiap makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.' Beliau bersabda: 'Dan Arsy-Nya berada di atas air.'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini menyinggung konsep yang sangat fundamental dalam fisika mengenai "penulisan" cetak biru alam semesta sebelum materialisasi fisik langit dan bumi terjadi. 1. Determinisme dan Informasi Kosmik (Information Theory) Dalam fisika kuantum dan kosmologi, terdapat konsep bahwa Informasi adalah entitas dasar alam semesta. Kondisi Awal (Initial Conditions): Fisika klasik (Newtonian) berpendapat bahwa jika kita mengetahui posisi dan momentum setiap partikel pada awal penciptaan, maka seluruh masa depan alam semesta dapat dihitung (deterministik). Penulisan Takdir: Secara ilmiah, ini selaras dengan konsep bahwa hukum-hukum fisika dan konstanta alam semesta (seperti kecepatan cahaya, gravitasi, dll.) sudah ditetapkan secara presisi sebelum materi pertama terbentuk. Tanpa "cetak biru" (takdir) ini, atom tidak akan bisa terbentuk pasca-Big Bang. 2. Skala Waktu Pra-Kosmik Angka "lima puluh ribu tahun" dalam konteks ini menarik secara saintifik. Waktu Relatif: Waktu seperti yang kita kenal (detik, tahun) terikat pada ruang-waktu yang diciptakan bersama alam semesta. Sebelum adanya "langit dan bumi" (ruang-waktu), penyebutan satuan tahun menunjukkan adanya Skala Urutan atau dimensi waktu primordial yang berbeda dengan waktu sirkular bumi. Pre-Big Bang: Kosmologi modern mulai meneliti fase sebelum ledakan besar (Pre-Big Bang Epoch), di mana fluktuasi kuantum menentukan struktur galaksi yang akan muncul miliaran tahun kemudian. 3. Fluida Kosmik: "Arsy di Atas Air" Kalimat "Arsy-Nya di atas air" sering dikaitkan oleh para ilmuwan muslim dengan kondisi awal alam semesta. Fluida Primordial: Pada fase awal setelah Big Bang, alam semesta berada dalam bentuk Plasma yang berperilaku seperti fluida (zat alir/cair) dengan kepadatan dan suhu ekstrem. Hidrodinamika Kosmik: Dalam astrofisika, materi awal alam semesta sering dimodelkan menggunakan hukum-hukum hidrodinamika (ilmu air/zat cair). Penggambaran "air" secara metaforis dapat mewakili samudera energi atau materi dasar yang menjadi fondasi bagi struktur langit dan bumi yang diciptakan kemudian.

Ṣaḥīḥ Muslim (Hadits no. 2653)

Fisika

Dinamika Termal Ekstrem dan Adaptasi Biologis

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَفِظْنَاهُ مِنَ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ ‏"‏‏.‏ ‏"‏ وَاشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا‏.‏ فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ، وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ، فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ، وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ ‏"‏‏.

Berikut adalah terjemahan lengkap dari hadis riwayat Imam Al-Bukhari mengenai anjuran mendinginkan waktu shalat saat cuaca panas, diikuti dengan analisis dari perspektif Termodinamika dan Perpindahan Panas. Terjemahan Lengkap "Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan, ia berkata: Kami menghafalnya dari Az-Zuhri, dari Sa'id bin Al-Musayyab, dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda: 'Apabila cuaca sangat panas, maka tunggulah hingga suhu menjadi lebih dingin untuk mengerjakan shalat (Dzuhur), karena sesungguhnya panas yang menyengat itu berasal dari hembusan api Neraka Jahannam.' 'Neraka mengadu kepada Tuhannya dengan berkata: "Wahai Tuhanku, sebagian dariku memakan sebagian yang lain." Maka Allah mengizinkannya untuk menghembuskan napas dua kali; satu napas pada musim dingin dan satu napas pada musim panas. Itulah (sebabnya) suhu paling panas yang kalian rasakan dan suhu paling dingin (Zamharir) yang kalian rasakan.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini mencakup konsep-konsep fisik mengenai perpindahan energi panas serta pengaruh suhu ekstrem terhadap efisiensi kerja (ibadah) manusia. 1. Perpindahan Panas secara Konveksi dan Radiasi Secara fisika, cuaca panas yang ekstrem melibatkan perpindahan panas dari lingkungan ke tubuh manusia melalui Radiasi (sinar matahari) dan Konveksi (udara panas). Konsep "Hembusan" (Faiha): Istilah "hembusan" atau napas dalam fisika dapat dianalogikan sebagai pelepasan energi termal berskala besar. Ketika terjadi ketidakseimbangan energi di suatu sistem (dalam hadis: Neraka yang "memakan sebagian lainnya"), sistem tersebut harus melepaskan energi tersebut untuk mencapai kesetimbangan. Fluks Panas: Saat musim panas mencapai puncaknya, fluks panas yang diterima permukaan bumi meningkat drastis. Hadis ini menghubungkan puncak energi termal tersebut dengan sumber energi yang jauh lebih besar dan transendental. 2. Keseimbangan Termal dan Homeostasis Tubuh Anjuran untuk "mendinginkan" (Ibrad) waktu shalat memiliki dasar kuat dalam Biofisika: Termoregulasi: Tubuh manusia bekerja optimal pada suhu inti sekitar 37°C. Pada cuaca sangat panas, tubuh harus bekerja keras membuang panas melalui penguapan keringat. Efisiensi Kognitif: Suhu ekstrem dapat menyebabkan kelelahan termal (heat exhaustion) yang menurunkan konsentrasi dan fokus (Khusyuk). Dengan menunda shalat hingga suhu lingkungan turun, beban termal pada tubuh berkurang, sehingga sistem saraf pusat dapat lebih fokus pada aktivitas kognitif dan spiritual. 3. Fenomena Zamharir (Suhu Dingin Ekstrem) Hadis ini menyebutkan bahwa suhu dingin yang ekstrem juga berasal dari "napas" yang sama. Distribusi Energi: Dalam termodinamika, dingin adalah kondisi di mana energi termal rendah. Namun, dalam konteks hadis, Zamharir digambarkan sebagai entitas aktif. Secara fisik, suhu dingin ekstrem dapat merusak materi seefektif panas ekstrem (seperti fenomena frostbite yang merusak sel mirip luka bakar). Ekstremitas Musim: Perubahan dari panas ke dingin menunjukkan adanya fluktuasi energi periodik dalam sistem alam semesta.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 536)