Database Hadis & Sains

Menemukan Fakta Sains & Teknologi Dalam Hadis

Jelajahi topik berdasarkan kategori, cari kata kunci, lalu buka detail untuk membaca hadis, terjemah, dan penjelasan ilmiahnya.

Fisika

Kekuatan Air dalam Jumlah Besar Menjaga Kebersihan

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ، وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ، وَغَيْرُهُمْ، قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ فَقَالَ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَهَذَا لَفْظُ ابْنِ الْعَلاَءِ وَقَالَ عُثْمَانُ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَهُوَ الصَّوَابُ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-'Ala, 'Utsman bin Abi Syaibah, Al-Hasan bin 'Ali, dan selain mereka, mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Al-Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dari 'Abdullah bin 'Abdullah bin 'Umar, dari ayahnya (Abdullah bin Umar RA), ia berkata: Rasulullah SAW ditanya tentang air (di padang pasir) dan bagaimana (hukumnya) jika air tersebut didatangi oleh hewan ternak dan binatang buas. Maka Rasulullah SAW bersabda: 'Apabila air telah mencapai jumlah dua qullah, maka ia tidak mengandung kotoran (najis).’ (HR. Abu Dawud. Abu Dawud berkata: Ini adalah lafaz dari Ibnu Al-'Ala)."

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini menetapkan standar kuantitatif dalam penggunaan air yang dapat dijelaskan melalui konsep Mekanika Fluida dan Kimia Lingkungan. 1. Kapasitas Volume dan Massa Jenis (Dua Qullah) Secara fisik, dua qullah adalah satuan volume. Para ulama memperkirakan volume ini sekitar 216 liter atau setara dengan wadah berbentuk kubus dengan sisi sekitar 60 cm. Stabilitas Fluida: Dalam volume sebesar ini, air memiliki massa sekitar 216 kg. Massa yang besar ini memberikan stabilitas termal dan kimia yang lebih tinggi dibandingkan air dalam jumlah sedikit. 2. Efek Pengenceran (Dilution Effect) Secara fisika dan kimia, air dalam jumlah besar memiliki kemampuan Dispersi dan Dilusi yang tinggi. Konsentrasi Zat Terlarut: Ketika kotoran (najis/kontaminan) masuk ke dalam air, partikel tersebut akan menyebar. Dalam volume 216 liter, rasio antara zat pencemar dan molekul air menjadi sangat kecil. Self-Purification: Dalam jumlah tertentu, air memiliki kemampuan alami untuk menetralisir polutan melalui proses aerasi dan aktivitas mikroorganisme baik selama kotoran tersebut tidak merubah sifat fisik air (bau, rasa, dan warna). 3. Tegangan Permukaan dan Turbulensi Air dalam wadah besar memiliki Energi Potensial yang cukup untuk meredam gangguan dari luar. Hewan buas yang minum dari air tersebut mungkin meninggalkan sedikit air liur atau kotoran, namun karena volume air yang besar, energi kinetik dari hewan tersebut dan proses difusi molekuler akan membuat kontaminan tersebut tidak mampu mengubah karakteristik air secara keseluruhan.

Sunan Abī Dāwūd (Hadits no. 63)

Fisika

Mengatur Ritme Napas untuk Keamanan Saat Minum

وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالاَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ عَزْرَةَ، بْنِ ثَابِتٍ الأَنْصَارِيِّ عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَتَنَفَّسُ فِي الإِنَاءِ ثَلاَثًا ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Abu Bakar bin Abi Syaibah, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Waki', dari 'Azrah bin Tsabit Al-Anshari, dari Tsumamah bin 'Abdullah bin Anas, dari Anas RA: 'Bahwasanya Rasulullah SAW bernapas (mengambil napas) saat minum sebanyak tiga kali.'" (HR. Muslim) (Catatan: Maksud bernapas di sini adalah menjauhkan wadah dari mulut untuk mengambil napas di luar gelas, bukan meniup atau bernapas di dalam air).

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Tindakan mengambil jeda napas sebanyak tiga kali saat minum memiliki landasan fisika yang berkaitan dengan cara tubuh mengelola aliran cairan dan udara. 1. Pengaturan Tekanan Intratorakal Saat kita menelan cairan secara terus-menerus tanpa jeda, katup Epiglotis akan menutup saluran pernapasan dalam waktu yang lama. - Hukum Boyle: Ketika kita menahan napas sambil terus minum, tekanan di dalam rongga dada (intratorakal) berubah secara drastis. Dengan memberi jeda tiga kali, terjadi penyeimbangan tekanan udara antara paru-paru dan lingkungan luar secara bertahap. - Mekanisme Katup: Jeda ini mencegah terjadinya tekanan balik yang tiba-tiba pada sistem pernapasan dan pencernaan, sehingga mengurangi risiko tersedak (aspirasi). 2. Dinamika Aliran dan Turbulensi Secara mekanika fluida, aliran air yang masuk ke kerongkongan secara kontinu dalam jumlah besar dapat menciptakan Turbulensi dan tekanan pada dinding esofagus. - Aliran Laminar: Dengan membagi aktivitas minum menjadi tiga bagian, aliran cairan menjadi lebih terkontrol (mendekati aliran laminar). Hal ini mengurangi beban kerja otot-otot tenggorokan dan mencegah peregangan mendadak pada lambung akibat masuknya volume cairan yang besar dalam waktu singkat. 3. Keseimbangan Gas Darah (Oksigen dan Karbondioksida) - Minum tanpa jeda memaksa tubuh melakukan Apnea (henti napas sementara) yang cukup lama.Pertukaran Gas: Jeda tiga kali memberikan kesempatan bagi sistem pernapasan untuk melakukan pertukaran gas O2 dan CO2 secara optimal. Tanpa jeda, kadar karbon dioksida dalam darah bisa meningkat sedikit, yang memicu respons stres pada jantung dan otak. Dengan bernapas di sela-sela minum, ritme jantung tetap stabil.

Ṣaḥīḥ Muslim (Hadits no. 2028)

Astronomi

Membaca Perubahan Cahaya Langit sebagai Penanda Waktu

حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالاَ حَدَّثَنَا مُعَاذٌ، - وَهُوَ ابْنُ هِشَامٍ - حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ إِذَا صَلَّيْتُمُ الْفَجْرَ فَإِنَّهُ وَقْتٌ إِلَى أَنْ يَطْلُعَ قَرْنُ الشَّمْسِ الأَوَّلُ ثُمَّ إِذَا صَلَّيْتُمُ الظُّهْرَ فَإِنَّهُ وَقْتٌ إِلَى أَنْ يَحْضُرَ الْعَصْرُ فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْعَصْرَ فَإِنَّهُ وَقْتٌ إِلَى أَنْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْمَغْرِبَ فَإِنَّهُ وَقْتٌ إِلَى أَنْ يَسْقُطَ الشَّفَقُ فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْعِشَاءَ فَإِنَّهُ وَقْتٌ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan Al-Misma'i dan Muhammad bin Al-Mutsanna, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Mu'adz—yaitu Ibnu Hisyam—telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Qatadah, dari Abu Ayyub, dari 'Abdullah bin 'Amru, bahwasanya Nabi Allah SAW bersabda: 'Apabila kalian shalat fajar (Subuh), maka waktunya adalah hingga terbit tanduk matahari yang pertama. Kemudian apabila kalian shalat Dzuhur, maka waktunya adalah hingga datang waktu Ashar. Apabila kalian shalat Ashar, maka waktunya adalah hingga matahari menguning (menguning cahayanya). Apabila kalian shalat Maghrib, maka waktunya adalah hingga hilangnya syafaq (cahaya kemerahan di langit). Dan apabila kalian shalat Isya, maka waktunya adalah hingga tengah malam.'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini menetapkan jadwal waktu berdasarkan pengamatan benda langit dan perubahan sifat cahaya di atmosfer (fenomena optik). 1. Terbitnya "Tanduk Matahari" (Shoruq) Secara astronomi, ini merujuk pada Sunrise (Matahari terbit). - Refraksi Atmosfer: Cahaya pertama yang muncul sebelum piringan matahari terlihat sepenuhnya disebut "tanduk pertama". Secara fisika, karena adanya refraksi (pembiasan) cahaya oleh atmosfer bumi, kita sebenarnya melihat bayangan matahari sedikit lebih awal sebelum posisi fisiknya benar-benar melewati garis horison. 2. Matahari Menguning (Tashfarrul Syams) Fenomena ini terjadi pada akhir waktu Ashar menuju terbenamnya matahari. - Hamburan Rayleigh (Rayleigh Scattering): Saat matahari mendekati horison, sinar matahari harus menempuh jarak yang lebih jauh melalui atmosfer bumi. Partikel atmosfer menghamburkan cahaya biru (gelombang pendek) dan menyisakan cahaya kuning, oranye, dan merah (gelombang panjang). Secara fisika, "menguningnya" matahari menandakan peningkatan ketebalan atmosfer yang harus ditembus cahaya. 3. Hilangnya Syafaq (Twilight) Syafaq adalah cahaya kemerahan atau sisa terang setelah matahari terbenam. - Senja Astronomis: Secara sains, Syafaq adalah fenomena Twilight. Maghrib berakhir ketika matahari berada pada sudut tertentu di bawah horison (biasanya sekitar 17^0 hingga 18^0. Pada titik ini, atmosfer atas tidak lagi membiaskan cahaya matahari ke permukaan bumi, sehingga langit menjadi gelap total. 4. Definisi Tengah Malam (Nishful Lail) Dalam fisika waktu Islam, tengah malam bukan selalu pukul 00:00. - Perhitungan Durasi: Tengah malam dihitung sebagai titik tengah antara waktu Maghrib (matahari terbenam) dan waktu Subuh (fajar shadiq). Secara astronomis, ini adalah saat matahari berada pada titik terendahnya di bawah horison (Nadir) pada sisi bumi yang berlawanan.

Ṣaḥīḥ Muslim (Hadits no. 612)

Fisika

Angin sebagai Penjaga Keseimbangan Suhu Bumi

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنْ ذَرٍّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ لاَ تَسُبُّوا الرِّيحَ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مَا تَكْرَهُونَ فَقُولُوا اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيحِ وَخَيْرِ مَا فِيهَا وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيحِ وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَائِشَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِي وَأَنَسٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَجَابِرٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim bin Habib bin Asy-Syahid Al-Bashri, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhair, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Habib bin Abi Tsabit, dari Dzarr, dari Sa'id bin 'Abdurrahman bin Abza, dari ayahnya, dari Ubay bin Ka'ab RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Janganlah kalian mencela angin. Apabila kalian melihat apa yang tidak kalian sukai (dari angin tersebut), maka berdoalah: Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan apa yang diperintahkan kepadanya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada di dalamnya, dan keburukan apa yang diperintahkan kepadanya.'" (HR. Tirmidzi. Ia berkata: Hadis ini Hasan Shahih).

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Secara fisika, angin bukan sekadar udara yang bergerak, melainkan mekanisme utama bumi dalam mendistribusikan energi dan menjaga keseimbangan planet. 1. Angin sebagai Penyeimbang Termal (Thermodynamics) Angin terjadi karena adanya Perbedaan Tekanan (Pressure Gradient Force) yang dipicu oleh perbedaan suhu antarwilayah. Udara bergerak dari area bertekanan tinggi (dingin) ke area bertekanan rendah (panas). - Fungsi Kebaikan: Tanpa angin, wilayah ekuator akan menjadi terlalu panas untuk dihuni, sementara kutub akan membeku secara ekstrem. Angin berfungsi sebagai sistem pendingin global yang memindahkan panas dari khatulistiwa ke wilayah yang lebih dingin. 2. Vektor Pembawa Materi (Aerosol & Moisture Transport) Kalimat "kebaikan yang ada di dalamnya" merujuk pada materi yang dibawa oleh angin. - Siklus Hidrologi: Angin adalah pengangkut uap air (awan) dari samudra ke daratan. Tanpa angin, hujan tidak akan mencapai pedalaman daratan, mengakibatkan kematian vegetasi. - Polinasi: Secara biologis, banyak tanaman bergantung pada angin untuk penyerbukan (anemofili). Angin membawa serbuk sari untuk keberlangsungan pangan manusia. 3. Energi Kinetik dan Potensi Kerusakan Kalimat "keburukan yang ada di dalamnya" berkaitan dengan energi kinetik besar yang bisa merusak. - Gaya Coriolis dan Badai: Ketika kecepatan angin meningkat (akibat gradien tekanan yang tajam), ia berubah menjadi badai atau puting beliung yang membawa energi kinetik penghancur. - Perintah Alam: Dalam fisika, angin bergerak mengikuti hukum-hukum alam yang pasti (seperti Hukum Buys Ballot). Larangan mencela angin adalah pengakuan bahwa angin hanyalah perantara yang menjalankan fungsi fisik sesuai parameter tekanan dan suhu global.

Sunan at-Tirmiżī (Hadits no. 2252)

Biologi

Dari Biologi Janin hingga Evolusi Spiritual Akhir Hayat

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَوَكِيعٌ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ، اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ الْهَمْدَانِيُّ - وَاللَّفْظُ لَهُ - حَدَّثَنَا أَبِي وَأَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ قَالُوا حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ ‏ "‏ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَالَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Waki’. (Dalam jalur lain) telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair Al-Hamdani —dan lafal ini miliknya— telah menceritakan kepada kami ayahku, Abu Mu’awiyah, dan Waki’, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Zaid bin Wahb, dari Abdullah (bin Mas'ud), ia berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami —dan beliau adalah orang yang jujur lagi dibenarkan perkataannya— beliau bersabda:'Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi 'alaqah (sesuatu yang menempel) dalam waktu yang sama (40 hari), kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) dalam waktu yang sama pula (40 hari). Kemudian diutuslah malaikat kepadanya, lalu ia meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat ketetapan: tentang rezekinya, ajalnya, amalnya, serta apakah ia celaka atau bahagia.Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang di antara kalian ada yang melakukan amalan penghuni surga hingga jarak antara dirinya dengan surga tinggal satu hasta, namun ketetapan (takdir) mendahuluinya, sehingga ia melakukan amalan penghuni neraka dan ia pun masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kalian ada yang melakukan amalan penghuni neraka hingga jarak antara dirinya dengan neraka tinggal satu hasta, namun ketetapan mendahuluinya, sehingga ia melakukan amalan penghuni surga dan ia pun masuk ke dalamnya.' (HR. Muslim)"

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini berkaitan erat dengan bidang embriologi prenatal dan psikologi perkembangan. Dari sisi biologis, hadis ini menjelaskan kronologi pembentukan janin yang sangat mendetail; mulai dari fase pembuahan hingga fase organogenesis (pembentukan organ). Penekanan pada angka "40 hari" selaras dengan pengamatan medis bahwa pada akhir minggu ke-6 atau awal minggu ke-7 (sekitar hari ke-40), jantung janin mulai berdenyut dan struktur dasar manusia mulai terlihat jelas. Secara psikologis dan filosofis, bagian akhir hadis mengenai perubahan perilaku di akhir hayat berkaitan dengan konsep neuroplastisitas dan determinisme. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian dan nasib manusia tidak bersifat statis; ada faktor internal (pilihan amal) dan faktor eksternal (takdir/lingkungan) yang terus berinteraksi. Dalam medis modern, periode 120 hari (3 kali 40 hari) yang disebutkan sebagai waktu peniupan ruh sering menjadi titik krusial dalam diskusi etika kedokteran mengenai batas legalitas aborsi dan definisi "kehidupan" secara utuh bagi seorang individu. Analisis Utama: Mekanisme Biologis: Penjelasan bertahap dari sel menjadi struktur yang menempel ('alaqah) hingga bentuk yang memiliki volume (mudghah). Bioetika: Penentuan waktu 120 hari sebagai fase "peniupan ruh" memberikan panduan dalam hukum medis Islam terkait janin. Psikologi Perilaku: Mengajarkan bahwa manusia memiliki kapasitas untuk berubah (growth mindset) hingga detik terakhir hidupnya, sekaligus pengingat tentang kerendahan hati intelektual dan spiritual.

Ṣaḥīḥ Muslim (Hadits no. 2643)

Medis

Habbatussauda sebagai Sumber Terapi Alami

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحِ بْنِ الْمُهَاجِرِ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَسَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، أَخْبَرَهُمَا أَنَّهُ، سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ "‏ إِنَّ فِي الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلاَّ السَّامَ ‏"‏ ‏.‏ وَالسَّامُ الْمَوْتُ ‏.‏ وَالْحَبَّةُ السَّوْدَاءُ الشُّونِيزُ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh bin Al-Muhajir, telah mengabarkan kepada kami Al-Laits, dari 'Uqail, dari Ibnu Syihab, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman dan Sa'id bin Al-Musayyab, bahwa Abu Hurairah mengabarkan kepada keduanya bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:'Sesungguhnya pada jintan hitam (Habbatussauda) terdapat obat dari segala penyakit, kecuali as-saam.' Dan as-saam adalah kematian, sedangkan habbatussauda adalah asy-syuuniz (jintan hitam). (HR. Muslim)"

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan cabang ilmu farmakognosi (ilmu obat-obatan dari bahan alam) dan imunologi. Secara medis, pernyataan bahwa jintan hitam dapat mengobati "segala penyakit" sering diinterpretasikan oleh para ilmuwan sebagai kemampuan zat tersebut dalam memperkuat sistem imun (kekebalan tubuh) manusia secara menyeluruh. Di dalam biji habbatussauda (Nigella sativa), terdapat senyawa aktif utama bernama Thymoquinone yang memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan sitoprotektif. Secara biologis, ketika sistem imun seseorang berada dalam kondisi optimal, tubuh memiliki kemampuan alami untuk melawan berbagai jenis patogen (bakteri, virus, jamur) dan memperbaiki kerusakan seluler. Penelitian modern menunjukkan bahwa habbatussauda membantu menyeimbangkan fungsi sel T dan sel pembunuh alami (Natural Killer cells), yang merupakan garda terdepan pertahanan tubuh. Pengecualian terhadap "kematian" dalam hadis ini juga menunjukkan kejujuran ilmiah bahwa setiap organisme memiliki batas biologis (penuaan seluler) yang tidak dapat dihindari oleh intervensi medis manapun, mempertegas batas antara pengobatan fungsional dan takdir biologis manusia. Poin Utama Analisis: Multifungsi Senyawa Aktif: Thymoquinone bekerja pada berbagai jalur pensinyalan sel, sehingga efektif terhadap berbagai spektrum penyakit. Penguat Benteng Tubuh: Efek utamanya bukan menyerang satu kuman spesifik, melainkan memperkuat sistem pertahanan tubuh secara umum (holistik). Batas Maksimal Medis: Penegasan bahwa kematian adalah akhir dari proses biologis yang tidak memiliki obat.

Ṣaḥīḥ Muslim (Hadits no. 2215)