Medis
Aturan Kebersihan Tangan untuk Mencegah Penyakit
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا شَيْبَانُ، عَنْ يَحْيَى، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا بَالَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَمْسَحْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا تَمَسَّحَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ ".
"Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim, telah menceritakan kepada kami Syaiban, dari Yahya, dari 'Abdullah bin Abi Qatadah, dari ayahnya (Abu Qatadah RA), ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Apabila salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernapas di dalam wadah (gelas). Dan apabila salah seorang di antara kalian buang air kecil, janganlah ia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan. Dan apabila ia bersuci (cebok), janganlah ia bersuci dengan tangan kanan.'" (HR. Bukhari)
Fakta Sains
Ringkasan penjelasan
Hadis ini memberikan panduan kesehatan masyarakat (public health) yang sangat mendasar untuk mencegah penyebaran patogen. 1. Larangan Bernapas di Dalam Wadah (Mikrobiologi) Secara medis, mulut dan saluran pernapasan manusia mengandung berbagai mikroorganisme (flora normal), termasuk bakteri dan virus. - Kontaminasi Aerosol: Saat seseorang bernapas di dalam gelas, uap air dan partikel aerosol dari paru-paru serta mulut akan masuk ke dalam air. Jika orang tersebut sedang membawa bibit penyakit (misalnya virus flu atau bakteri Streptococcus), air tersebut akan menjadi media penularan bagi orang lain yang minum dari wadah yang sama. - Reaksi Kimia: Secara kimia, embusan napas mengandung karbon dioksida (CO2). Jika CO2 bereaksi dengan air (H2O), ia dapat membentuk asam karbonat (H2CO3) yang secara teoritis dapat mengubah sedikit tingkat keasaman (pH) air, meskipun dalam jumlah kecil. 2. Pengkhususan Tangan Kanan dan Kiri (Fisika Higienitas) Prinsip pemisahan fungsi tangan adalah metode paling efektif dalam Manajemen Sanitasi pribadi: - Pemisahan Jalur Bakteri: Dengan menetapkan tangan kiri khusus untuk urusan sanitasi (buang air dan bersuci) dan tangan kanan untuk makan/minum, manusia menciptakan "penghalang fisik" terhadap penularan kuman melalui jalur fekal-oral (dari kotoran ke mulut). - Efektivitas Cuci Tangan: Secara psikologis dan praktis, lebih mudah menjaga kebersihan satu tangan "dominan" (kanan) tetap steril untuk konsumsi, sementara tangan kiri difokuskan untuk tugas-tugas pembersihan yang mengandung banyak kuman (seperti bakteri E. coli). 3. Perlindungan Kulit dan Saluran Kemih Larangan menyentuh organ sensitif dengan tangan yang mungkin digunakan untuk berbagai aktivitas berat (tangan kanan biasanya lebih banyak terpapar benda luar) membantu mengurangi risiko infeksi saluran kemih atau iritasi akibat perpindahan kotoran dari benda asing ke membran mukosa yang sensitif.
Sahih al-Bukhari No. 5630