Database Hadis & Sains

Menemukan Fakta Sains & Teknologi Dalam Hadis

Jelajahi topik berdasarkan kategori, cari kata kunci, lalu buka detail untuk membaca hadis, terjemah, dan penjelasan ilmiahnya.

Medis

Aturan Kebersihan Tangan untuk Mencegah Penyakit

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا شَيْبَانُ، عَنْ يَحْيَى، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا بَالَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَمْسَحْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا تَمَسَّحَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim, telah menceritakan kepada kami Syaiban, dari Yahya, dari 'Abdullah bin Abi Qatadah, dari ayahnya (Abu Qatadah RA), ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Apabila salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernapas di dalam wadah (gelas). Dan apabila salah seorang di antara kalian buang air kecil, janganlah ia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan. Dan apabila ia bersuci (cebok), janganlah ia bersuci dengan tangan kanan.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini memberikan panduan kesehatan masyarakat (public health) yang sangat mendasar untuk mencegah penyebaran patogen. 1. Larangan Bernapas di Dalam Wadah (Mikrobiologi) Secara medis, mulut dan saluran pernapasan manusia mengandung berbagai mikroorganisme (flora normal), termasuk bakteri dan virus. - Kontaminasi Aerosol: Saat seseorang bernapas di dalam gelas, uap air dan partikel aerosol dari paru-paru serta mulut akan masuk ke dalam air. Jika orang tersebut sedang membawa bibit penyakit (misalnya virus flu atau bakteri Streptococcus), air tersebut akan menjadi media penularan bagi orang lain yang minum dari wadah yang sama. - Reaksi Kimia: Secara kimia, embusan napas mengandung karbon dioksida (CO2). Jika CO2 bereaksi dengan air (H2O), ia dapat membentuk asam karbonat (H2CO3) yang secara teoritis dapat mengubah sedikit tingkat keasaman (pH) air, meskipun dalam jumlah kecil. 2. Pengkhususan Tangan Kanan dan Kiri (Fisika Higienitas) Prinsip pemisahan fungsi tangan adalah metode paling efektif dalam Manajemen Sanitasi pribadi: - Pemisahan Jalur Bakteri: Dengan menetapkan tangan kiri khusus untuk urusan sanitasi (buang air dan bersuci) dan tangan kanan untuk makan/minum, manusia menciptakan "penghalang fisik" terhadap penularan kuman melalui jalur fekal-oral (dari kotoran ke mulut). - Efektivitas Cuci Tangan: Secara psikologis dan praktis, lebih mudah menjaga kebersihan satu tangan "dominan" (kanan) tetap steril untuk konsumsi, sementara tangan kiri difokuskan untuk tugas-tugas pembersihan yang mengandung banyak kuman (seperti bakteri E. coli). 3. Perlindungan Kulit dan Saluran Kemih Larangan menyentuh organ sensitif dengan tangan yang mungkin digunakan untuk berbagai aktivitas berat (tangan kanan biasanya lebih banyak terpapar benda luar) membantu mengurangi risiko infeksi saluran kemih atau iritasi akibat perpindahan kotoran dari benda asing ke membran mukosa yang sensitif.

Sahih al-Bukhari No. 5630

Teknologi

Keahlian Manusia dalam Mengelola Pertanian

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَمْرٌو النَّاقِدُ، كِلاَهُمَا عَنِ الأَسْوَدِ بْنِ عَامِرٍ، - قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ، - حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، وَعَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم مَرَّ بِقَوْمٍ يُلَقِّحُونَ فَقَالَ ‏"‏ لَوْ لَمْ تَفْعَلُوا لَصَلُحَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ فَخَرَجَ شِيصًا فَمَرَّ بِهِمْ فَقَالَ ‏"‏ مَا لِنَخْلِكُمْ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا قُلْتَ كَذَا وَكَذَا قَالَ ‏"‏ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan 'Amru An-Naqid, keduanya dari Al-Aswad bin 'Amir. Abu Bakar berkata: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin 'Amir, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, dari Hisyam bin 'Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah; dan dari Tsabit, dari Anas RA, bahwasanya Nabi ﷺ pernah melewati suatu kaum yang sedang melakukan penyerbukan (kurma), lalu beliau bersabda: 'Seandainya kalian tidak melakukannya, mungkin itu juga akan baik.' Anas berkata: Namun setelah itu, ternyata kurma tersebut tumbuh dengan kualitas buruk (shiish - kurma yang tidak berbiji/rusak). Kemudian Nabi ﷺ melewati mereka lagi dan bertanya: 'Mengapa dengan pohon kurma kalian?' Mereka menjawab: 'Engkau pernah berkata begini dan begitu.' Beliau lalu bersabda: 'Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini sangat menarik karena memberikan legitimasi pada penggunaan Teknologi Pertanian dan penelitian ilmiah berbasis pengalaman manusia. 1. Teknologi Penyerbukan Buatan (Artificial Pollination) Pohon kurma (Phoenix dactylifera) adalah tanaman Dioecious, artinya bunga jantan dan bunga betina berada pada pohon yang berbeda. - Keterbatasan Alami: Jika mengandalkan angin atau serangga secara alami di kebun yang luas, peluang serbuk sari jantan bertemu putik betina seringkali tidak merata. - Intervensi Teknologi: Masyarakat Madinah sejak dulu menggunakan teknologi penyerbukan manual (tabir). Mereka mengambil bunga jantan dan mengikatkannya atau mengibaskannya pada bunga betina. Secara botani, ini memastikan fertilisasi terjadi pada hampir semua bunga, sehingga hasil panen menjadi maksimal dan berkualitas tinggi. 2. Fenomena Shiish (Gagal Panen secara Biologis) Dalam hadis disebutkan hasilnya menjadi shiish. - Partenokarpi tak diinginkan: Tanpa penyerbukan yang sukses, kurma mungkin tetap tumbuh namun tidak berkembang sempurna. Buahnya menjadi kecil, tidak berbiji, rasanya sepet, dan tidak memiliki nilai ekonomi. Ini membuktikan bahwa dalam sistem pertanian tertentu, intervensi teknologi manusia adalah syarat mutlak untuk mencapai hasil optimal. 3. Validasi Sains dan Metodologi Ilmiah Kalimat "Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian" adalah prinsip besar dalam perkembangan teknologi: - Eksperimen dan Observasi: Nabi ﷺ membiarkan para sahabat belajar dari hasil observasi lapangan. Ketika sebuah metode (penyerbukan) terbukti secara empiris memberikan hasil lebih baik, maka metode itulah yang harus diikuti. - Spesialisasi Keahlian: Hadis ini mengakui bahwa ilmu-ilmu spesifik seperti agronomi, rekayasa genetika, atau teknik sipil, dikembangkan melalui akumulasi pengetahuan dan pengalaman manusia di dunia.

Sahih Muslim No. 2363

Alam

Air Hujan sebagai Air yang Paling Suci

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ قَالَ أَنَسٌ أَصَابَنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَطَرٌ قَالَ فَحَسَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَهُ حَتَّى أَصَابَهُ مِنْ الْمَطَرِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا قَالَ لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى.

"Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah mengabarkan kepada kami Ja'far bin Sulaiman, dari Tsabit Al-Bunani, dari Anas RA, ia berkata: 'Kami pernah bersama Rasulullah ﷺ lalu kami kehujanan. Maka Rasulullah ﷺ menyibakkan pakaiannya (hingga sebagian tubuhnya terlihat) sampai beliau terkena air hujan tersebut. Kami pun bertanya: 'Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?' Beliau menjawab: 'Karena ia (hujan ini) baru saja datang dari Tuhannya Ta'ala.'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Secara ilmiah, tindakan Nabi ﷺ menyambut tetesan air hujan pertama memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan air di atmosfer. 1. Kondensasi dan Pembentukan Awan Air hujan berasal dari proses penguapan (evaporasi) air laut dan daratan yang kemudian naik ke atmosfer. - Distilasi Alami: Proses penguapan ini adalah bentuk penyaringan atau distilasi alami yang sangat masif. Ketika uap air naik, ia meninggalkan zat-zat pengotor (garam, polutan berat) di bumi, sehingga saat ia mengembun menjadi awan, air tersebut berada dalam kondisi paling murni secara kimiawi (H_2O murni). 2. Kandungan Nitrogen dan NutrisiAir hujan, terutama yang terjadi saat ada kilat atau petir, membawa berkah fisik yang nyata bagi bumi: - Fiksasi Nitrogen: Kilat memecah molekul nitrogen di udara, yang kemudian larut dalam tetesan air hujan. Nitrogen ini adalah nutrisi utama yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. - Ion Negatif: Udara saat hujan kaya akan ion negatif yang menurut penelitian kesehatan dapat membantu memperbaiki suasana hati (mood) dan menyegarkan sistem pernapasan manusia. 3. Kesegaran Molekuler (Haditsu 'Ahdin) Kalimat Nabi ﷺ "baru saja datang dari Tuhannya" secara fisik bisa dimaknai sebagai air yang baru saja melewati fase perubahan wujud (dari gas ke cair). - Energi Potensial: Tetesan air yang baru jatuh membawa energi dan kesegaran yang belum terkontaminasi oleh debu atau polusi di permukaan tanah. Dengan membiarkan kulit terkena air hujan, tubuh melakukan kontak langsung dengan zat cair hasil pemurnian atmosfer bumi.

Sahih Muslim No. 898

Fisika

Memisahkan Kontaminasi pada Benda Padat

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ مَيْمُونَةَ ـ رضى الله عنهم ـ قَالَتْ سُئِلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَنْ فَأْرَةٍ سَقَطَتْ فِي سَمْنٍ فَقَالَ ‏ "‏ أَلْقُوهَا وَمَا حَوْلَهَا وَكُلُوهُ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Ibnu Syihab, dari 'Ubaidillah bin 'Abdullah, dari Ibnu 'Abbas, dari Maimunah RA (istri Nabi ﷺ), ia berkata: Nabi ﷺ ditanya mengenai seekor tikus yang jatuh ke dalam samin (lemak/mentega cair yang memadat). Beliau bersabda: 'Buanglah tikus itu dan bagian (samin) yang ada di sekitarnya, lalu makanlah sisa samin kalian.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini menunjukkan prinsip luar biasa mengenai sifat fisik benda padat dan cair dalam menghambat penyebaran bakteri atau zat najis. 1. Sifat Fisika Zat: Padat vs Cair Dalam riwayat lain yang memperjelas hadis ini, dibedakan antara samin yang padat dan cair. - Zat Padat/Semi-Padat: Pada samin yang memadat (seperti mentega dingin), jarak antar molekul sangat rapat dan gaya kohesi sangat kuat. Hal ini menyebabkan laju difusi (perpindahan zat) sangat lambat. Ketika bangkai tikus jatuh, kontaminasi mikroba hanya terjadi pada area yang bersentuhan langsung dengan bangkai tersebut. - Zat Cair: Jika samin dalam bentuk minyak cair, molekul bergerak bebas. Kontaminan (bakteri dari bangkai) akan menyebar ke seluruh volume minyak melalui arus konveksi dan difusi cepat, sehingga seluruh minyak menjadi tidak layak konsumsi. 2. Mikrobiologi dan Keamanan Pangan Perintah "buanglah bagian di sekitarnya" adalah tindakan Sanitasi Preventif. - Zona Kontaminasi: Cairan tubuh dari bangkai tikus mengandung bakteri patogen (seperti Salmonella atau Leptospira). Karena samin bersifat lemak (lipid), bakteri tersebut cenderung terperangkap di area lemak yang membeku di sekitar bangkai. - Efisiensi Pembersihan: Dengan membuang area sekitarnya (radius tertentu), kita secara fisik menghilangkan koloni mikroba yang mungkin telah bermigrasi, sementara bagian samin yang lebih jauh tetap steril karena sifat lemak padat yang bertindak sebagai penghalang mekanis. 3. Konservasi Sumber Daya Secara ekonomi dan lingkungan, hadis ini mengajarkan untuk tidak membuang seluruh sumber daya jika kerusakan hanya bersifat lokal. Ini adalah prinsip Efisiensi Material dalam sains pangan: memisahkan bagian yang terkontaminasi tanpa merusak keseluruhan produk.

Sahih al-Bukhari No. 5540

Medis

Rahasia Posisi Tidur untuk Kesehatan Jantung

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، - وَاللَّفْظُ لِعُثْمَانَ - قَالَ إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا وَقَالَ، عُثْمَانُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ، حَدَّثَنِي الْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ ثُمَّ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلاَمِكَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ فَرَدَّدْتُهُنَّ لأَسْتَذْكِرَهُنَّ فَقُلْتُ آمَنْتُ بِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ قَالَ ‏"‏ قُلْ آمَنْتُ بِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abi Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim—lafaz ini milik 'Utsman—Ishaq berkata 'mengabarkan kepada kami' dan 'Utsman berkata 'menceritakan kepada kami' Jarir, dari Manshur, dari Sa'id bin 'Ubaidah, telah menceritakan kepadaku Al-Bara bin 'Azib RA, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudulah sebagaimana wudumu untuk shalat. Kemudian berbaringlah di atas sisi kanan tubuhmu, lalu ucapkanlah: "Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena mengharap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus." Dan jadikanlah doa itu sebagai akhir dari ucapanmu. Jika engkau mati pada malam itu, maka engkau mati di atas fitrah.' Al-Bara berkata: Aku mengulanginya agar aku dapat menghafalnya, lalu aku ucapkan: 'Aku beriman kepada Rasul-Mu yang Engkau utus.' Beliau bersabda: 'Katakanlah: Aku beriman kepada Nabi-Mu yang Engkau utus.'" (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Instruksi Nabi ﷺ dalam hadis ini memiliki manfaat medis yang sangat spesifik bagi kesehatan organ dalam dan kualitas istirahat. 1. Posisi Miring ke Kanan (Right Lateral Position) Secara anatomi dan fisiologi, posisi ini memberikan keuntungan besar bagi jantung dan lambung: - Perlindungan Jantung: Jantung manusia berada sedikit ke arah kiri. Dengan berbaring di sisi kanan, jantung tidak tertindih oleh paru-paru kiri yang besar atau organ lainnya. Ini membantu menjaga aliran darah (curah jantung) tetap stabil dan efisien selama tidur. - Pencernaan dan Pengosongan Lambung: Secara anatomi, lambung memiliki bentuk melengkung ke kiri. Posisi miring ke kanan memudahkan sisa makanan di lambung mengalir secara gravitasi menuju usus dua belas jari (Duodenum), sehingga mencegah refluks asam lambung dan memperlancar pencernaan saat tidur. - Stabilitas Hati (Liver): Hati, organ terbesar di perut, berada di sisi kanan. Posisi ini memastikan hati tetap stabil dan tidak menggantung serta menekan organ yang lebih ringan. 2. Efek Psikologis dan Neurologis (Ketenangan Mental) Doa yang diajarkan berfungsi sebagai Afirmasi Positif dan teknik relaksasi sebelum tidur. - Manajemen Kortisol: Menyerahkan segala urusan kepada Tuhan melalui doa dapat menurunkan kadar hormon stres (kortisol). Kondisi mental yang tenang mempermudah otak memasuki fase tidur NREM (Non-Rapid Eye Movement) yang dalam, yang penting untuk pemulihan sel-sel saraf. - Neuroplastisitas: Menjadikan kata-kata baik sebagai ucapan terakhir membantu otak menyimpan memori positif sebelum proses "pembersihan" otak (Glymphatic system) berlangsung saat tidur. 3. Wudu dan Higienitas Tidur (Sleep Hygiene) Membasuh anggota tubuh dengan air dingin sebelum tidur memberikan efek termoregulasi. - Penurunan Suhu Tubuh: Air memicu penurunan suhu tubuh inti secara perlahan, yang merupakan sinyal biologis bagi otak untuk memproduksi melatonin (hormon tidur). Selain itu, wudu memastikan tubuh bersih dari kuman yang menempel selama beraktivitas seharian.

Sahih Muslim No. 2710

Psikologi

Transparansi untuk Mencegah Salah Paham

حَدَّثَنِي مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ، عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُعْتَكِفًا، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي‏.‏ وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَسْرَعَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ ‏"‏‏.‏ فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ‏.‏ قَالَ ‏"‏ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ، وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا سُوءًا ـ أَوْ قَالَ ـ شَيْئًا ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepadaku Mahmud bin Ghailan, telah menceritakan kepada kami 'Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar, dari Az-Zuhri, dari 'Ali bin Husain, dari Shafiyyah binti Huyay RA, ia berkata: Rasulullah ﷺ sedang beri'tikaf, lalu aku datang mengunjungi beliau pada malam hari. Aku berbincang dengan beliau, kemudian aku berdiri untuk pulang, dan beliau pun ikut berdiri untuk mengantarku. Tempat tinggal Shafiyyah saat itu berada di rumah Usamah bin Zaid. Tiba-tiba dua orang laki-laki dari kaum Anshar lewat. Ketika mereka melihat Nabi ﷺ, mereka mempercepat langkah kaki mereka. Maka Nabi ﷺ bersabda: 'Tenanglah, sesungguhnya dia adalah Shafiyyah binti Huyay.' > Keduanya berkata: 'Subhanallah, wahai Rasulullah!' (mereka tidak mungkin berburuk sangka). Beliau bersabda: 'Sesungguhnya setan itu mengalir dalam diri manusia melalui aliran darah. Dan aku khawatir ia membisikkan keburukan—atau sesuatu—ke dalam hati kalian berdua.'" (HR. Bukhari & Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini mengandung prinsip komunikasi yang krusial untuk mencegah distorsi informasi di otak manusia. 1. Psikologi Kognitif: Teori Atribusi dan Bias Konfirmasi Secara psikologis, otak manusia cenderung melakukan Atribusi, yaitu proses menyimpulkan penyebab di balik perilaku orang lain. Persepsi Visual yang Cepat: Dua orang Anshar tersebut mempercepat langkah karena merasa canggung melihat Nabi ﷺ bersama seorang wanita di kegelapan malam. Tanpa klarifikasi, otak dapat menciptakan "skenario palsu" (bias) untuk mengisi ketidakpastian informasi. Klarifikasi Instan: Nabi ﷺ melakukan teknik "Pre-empting", yaitu memberikan informasi benar sebelum otak audiens membangun kesimpulan yang salah. Secara teknologi komunikasi, ini adalah cara paling efektif untuk menjaga integritas data informasi. 2. Fisiologi: Sistem Sirkulasi Darah (Circulatory System) Perumpamaan "mengalir seperti aliran darah" memiliki kedalaman ilmiah yang luar biasa jika dikaitkan dengan emosi manusia: Hormon dan Aliran Darah: Emosi (seperti rasa takut, curiga, atau marah) dipicu oleh hormon seperti Adrenalin dan Kortisol yang dilepaskan ke dalam aliran darah. Hormon-hormon ini bergerak sangat cepat ke seluruh organ tubuh melalui pembuluh darah, memengaruhi detak jantung dan cara berpikir seseorang. Sirkulasi Sistemik: Darah manusia menempuh seluruh jaringan tubuh dalam waktu yang sangat singkat. Metafora ini menggambarkan betapa cepatnya sebuah "bisikan" atau pikiran negatif menyebar dan memengaruhi seluruh kondisi psikis dan fisik seseorang jika tidak segera dikendalikan. 3. Teknologi Sosial: Transparansi Informasi Dalam dunia Keamanan Informasi dan manajemen reputasi, hadis ini mengajarkan pentingnya Transparansi. Ketidakjelasan informasi (seperti melihat sosok wanita di kegelapan) adalah celah keamanan (vulnerability) yang bisa dieksploitasi oleh "gangguan" (setan/hoaks). Nabi ﷺ menutup celah tersebut dengan verifikasi data yang jujur.

Sahih al-Bukhari No. 3281