Medis
Karantina dan Mitigasi Wabah
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ، قَالَ سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ بْنَ سَعْدٍ، قَالَ سَمِعْتُ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ، يُحَدِّثُ سَعْدًا عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا ". فَقُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَهُ يُحَدِّثُ سَعْدًا وَلاَ يُنْكِرُهُ قَالَ نَعَمْ.
"Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, ia berkata: telah mengabarkan kepadaku Habib bin Abi Tsabit, ia berkata: aku mendengar Ibrahim bin Sa'ad berkata: aku mendengar Usamah bin Zaid menceritakan kepada Sa'ad (bin Abi Waqqas) dari Nabi SAW, beliau bersabda:'Apabila kalian mendengar wabah tha'un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Dan apabila wabah itu terjadi di negeri tempat kalian berada, maka janganlah kalian keluar darinya.' Aku (Habib) bertanya: 'Engkau benar-benar mendengar beliau menceritakannya kepada Sa'ad dan ia tidak membantahnya?' Ia menjawab: 'Ya'." (HR. Bukhari)
Fakta Sains
Ringkasan penjelasan
Hadis ini memiliki kaitan yang sangat fundamental dengan prinsip epidemiologi dan kesehatan masyarakat, khususnya mengenai konsep karantina (quarantine) dan pembatasan sosial (social distancing). Secara medis, perintah Nabi SAW untuk tidak memasuki wilayah terdampak wabah adalah strategi preventif primer guna mencegah paparan individu sehat terhadap agen infeksius. Sebaliknya, larangan keluar dari wilayah terdampak merupakan bentuk isolasi wilayah untuk memutus rantai penularan (transmisi) ke populasi yang lebih luas di luar daerah tersebut. Dalam sains modern, prinsip ini dikenal sebagai upaya menekan laju pertumbuhan infeksi agar tidak melewati kapasitas sistem kesehatan. Hadis ini menunjukkan bahwa prosedur pengendalian pandemi yang kita kenal saat ini, seperti lockdown atau isolasi mandiri, telah diletakkan dasar-dasarnya secara sistematis oleh Rasulullah SAW sebagai tindakan medis yang preventif sekaligus bertanggung jawab secara sosial. Analisis Utama: Pemutusan Rantai Infeksi: Larangan keluar-masuk wilayah terdampak secara efektif mencegah penyebaran patogen ke wilayah baru. Manajemen Risiko: Mengutamakan keselamatan populasi besar di atas kepentingan mobilitas individu selama masa krisis kesehatan. Deteksi Dini dan Respon: Menekankan pentingnya bertindak segera saat informasi wabah "didengar" sebelum infeksi semakin meluas.
Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 5728)