Database Hadis & Sains

Menemukan Fakta Sains & Teknologi Dalam Hadis

Jelajahi topik berdasarkan kategori, cari kata kunci, lalu buka detail untuk membaca hadis, terjemah, dan penjelasan ilmiahnya.

Alam

Larangan Merusak Lingkungan dan Ekosistem

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، أَخْبَرَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ ‏"‏ ‏.‏ سُئِلَ أَبُو دَاوُدَ عَنْ مَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ فَقَالَ هَذَا الْحَدِيثُ مُخْتَصَرٌ يَعْنِي مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً فِي فَلاَةٍ يَسْتَظِلُّ بِهَا ابْنُ السَّبِيلِ وَالْبَهَائِمُ عَبَثًا وَظُلْمًا بِغَيْرِ حَقٍّ يَكُونُ لَهُ فِيهَا صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Nashr bin 'Ali, telah mengabarkan kepada kami Abu Usamah, dari Ibnu Juraij, dari 'Utsman bin Abi Sulaiman, dari Sa'id bin Muhammad bin Jubair bin Muth'im, dari 'Abdullah bin Hubsyi, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Barangsiapa yang memotong pohon bidara (sidrah), maka Allah akan membenamkan kepalanya ke dalam neraka.' Abu Dawud ditanya tentang makna hadis ini, lalu ia menjawab: 'Hadis ini diringkas, maksudnya adalah: Barangsiapa yang memotong pohon bidara di padang pasir yang digunakan oleh musafir dan hewan ternak sebagai tempat bernaung (berteduh), ia memotongnya dengan sia-sia dan secara zalim tanpa hak yang benar, maka Allah akan membenamkan kepalanya ke dalam neraka.'" (HR. Abu Dawud)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini merupakan landasan religius bagi konsep Konservasi Ekosistem Spesifik dan perlindungan terhadap aset publik alamiah. 1. Perlindungan Terhadap Vegetasi Peneduh Dalam ekologi wilayah gersang (padang pasir), sebuah pohon memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan di wilayah hutan hujan. Pohon tersebut berfungsi sebagai mikrohabitat. Memotongnya berarti menghilangkan satu-satunya sarana mitigasi suhu panas bagi makhluk hidup di sekitarnya. 2. Pencegahan Deforestasi dan Penggurunan (Desertification) Secara teknis, menebang pohon di wilayah kritis tanpa perencanaan (sia-sia) dapat mempercepat proses penggurunan. Akar pohon bidara membantu menjaga struktur tanah dan menyimpan cadangan air tanah. Tindakan memotongnya secara sembarangan adalah bentuk Vandalisme Ekologis yang mengancam keberlanjutan hidup manusia dan hewan. 3. Etika Pemanfaatan Sumber Daya (Sustainabilitas) Penjelasan Abu Dawud mengenai "secara zalim tanpa hak" menekankan bahwa pemanfaatan alam harus berbasis kebutuhan, bukan kesia-siaan (عبثًا). Dalam manajemen lingkungan modern, ini selaras dengan prinsip Pengelolaan Berkelanjutan, di mana pengambilan sumber daya alam harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekologisnya.

Sunan Abī Dāwūd (Hadits no. 5239)

Teknologi

Literasi Informasi dan Etika Komunikasi

وَحَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنَا أَبِي ح، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالاَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ ‏"‏ ‏.

"Dan telah menceritakan kepada kami 'Ubaidillah bin Mu'adz Al-'Anbari, telah menceritakan kepada kami ayahku (dalam jalur lain). Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami 'Abdurrahman bin Mahdi, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Khubaib bin 'Abdurrahman, dari Hafsh bin 'Ashim, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Cukuplah seseorang dikatakan berdusta apabila ia menceritakan (kembali) setiap apa yang ia dengar.' (HR. Muslim)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini merupakan peringatan keras terhadap penyebaran informasi tanpa verifikasi, yang dalam konteks sains informasi modern sangat relevan dengan fenomena Misinformasi dan Disinformasi. 1. Pentingnya Verifikasi (Check and Re-check) Secara kognitif, manusia cenderung mengalami Bias Konfirmasi, di mana kita mudah memercayai dan membagikan informasi yang sesuai dengan keyakinan kita tanpa memeriksa faktanya. Hadis ini mengajarkan bahwa menceritakan setiap yang didengar—meskipun kita merasa informasi itu benar—adalah pintu menuju kebohongan karena tidak semua yang kita dengar adalah fakta yang akurat. 2. Mekanisme Penyebaran Hoaks (Viralitas) Dalam sosiologi komunikasi, penyebaran informasi yang tidak disaring menciptakan kebisingan informasi (information noise). Ketika seseorang membagikan informasi tanpa filter, ia menjadi bagian dari rantai penyebaran berita palsu. Di era digital, satu klik "share" tanpa verifikasi dapat berdampak fatal bagi stabilitas sosial dan keamanan publik. 3. Beban Tanggung Jawab Komunikator Etika komunikasi menuntut adanya Literasi Informasi. Seorang komunikator yang berintegritas harus melakukan proses penyaringan (filtering) dan memastikan validitas data sebelum mendiseminasi informasi tersebut.

Ṣaḥīḥ Muslim (Hadits no. 5)

Teknologi

Akurasi Pengukuran dan Teknologi Timbangan

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ دُكَيْنٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ حَنْظَلَةَ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ الْوَزْنُ وَزْنُ أَهْلِ مَكَّةَ وَالْمِكْيَالُ مِكْيَالُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَكَذَا رَوَاهُ الْفِرْيَابِيُّ وَأَبُو أَحْمَدَ عَنْ سُفْيَانَ وَافَقَهُمَا فِي الْمَتْنِ وَقَالَ أَبُو أَحْمَدَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ مَكَانَ ابْنِ عُمَرَ وَرَوَاهُ الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ حَنْظَلَةَ قَالَ ‏"‏ وَزْنُ الْمَدِينَةِ وَمِكْيَالُ مَكَّةَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَاخْتُلِفَ فِي الْمَتْنِ فِي حَدِيثِ مَالِكِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي هَذَا ‏.

"Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Dukain, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Hanzhalah, dari Thawus, dari Ibnu 'Umar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Timbangan (berat) adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran (volume) adalah takaran penduduk Madinah.' Abu Dawud berkata: Demikian pula diriwayatkan oleh Al-Firyabi dan Abu Ahmad dari Sufyan, keduanya sepakat dalam matan (teks hadisnya). Namun, Abu Ahmad menyebutkan dari Ibnu 'Abbas sebagai ganti Ibnu 'Umar. Dan Al-Walid bin Muslim meriwayatkannya dari Hanzhalah dengan redaksi: 'Timbangan Madinah dan takaran Makkah'. Abu Dawud berkata: Terjadi perbedaan dalam matan pada hadis Malik bin Dinar dari 'Atha', dari Nabi SAW dalam masalah ini." (HR. Abu Dawud)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadits ini menunjukkan pentingnya standarisasi alat ukur, yang merupakan fondasi teknologi modern. Dalam sains dan rekayasa, standar pengukuran diperlukan agar data konsisten dan adil. Teknologi kalibrasi, sensor digital, dan sistem metrologi internasional berkembang untuk menjamin akurasi, sebagaimana prinsip yang dicontohkan dalam hadits ini.

Sunan Abī Dāwūd (Hadits no. 3340)

Teknologi

Efisiensi Teknologi dan Pemanfaatan Sumber Daya

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ، قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ جَبْرٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا، يَقُولُ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَغْسِلُ ـ أَوْ كَانَ يَغْتَسِلُ ـ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ، وَيَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Mis’ar, ia berkata: telah menceritakan kepadaku Ibnu Jabr, ia berkata: Aku mendengar Anas berkata: 'Nabi SAW mandi dengan satu sha’ hingga lima mud, dan beliau berwudu dengan satu mud.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadits ini mengajarkan efisiensi penggunaan sumber daya, yang menjadi prinsip utama teknologi modern. Dalam rekayasa lingkungan dan teknologi air, efisiensi penggunaan air sangat penting untuk keberlanjutan. Teknologi water-saving, sistem daur ulang, dan manajemen konsumsi air sejalan dengan nilai yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 201)

Teknologi

Teknologi Medis dan Pencegahan Penyakit

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ النَّمَرِيُّ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلاَقَةَ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ شَرِيكٍ، قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَأَصْحَابُهُ كَأَنَّمَا عَلَى رُءُوسِهِمُ الطَّيْرُ فَسَلَّمْتُ ثُمَّ قَعَدْتُ فَجَاءَ الأَعْرَابُ مِنْ هَا هُنَا وَهَا هُنَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَتَدَاوَى فَقَالَ ‏ "‏ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin 'Umar An-Namari, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Ziyad bin 'Ilaqah, dari Usamah bin Syarik, ia berkata: Aku mendatangi Nabi SAW dan para sahabatnya, seolah-olah di atas kepala mereka ada burung (sedang duduk dengan tenang dan khidmat). Aku pun mengucapkan salam kemudian duduk. Lalu datanglah orang-orang Arab Badui dari sana dan sini, mereka bertanya: 'Wahai Rasulullah, apakah kami boleh berobat?' Beliau menjawab: 'Berobatlah, karena sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tidak menetapkan suatu penyakit kecuali Dia juga menetapkan obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu penuaan (al-haram).’" (HR. Abu Dawud)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini merupakan mandat religius bagi pengembangan Sains Medis dan eksplorasi teknologi tanpa batas untuk mencari solusi kesehatan. 1. Optimisme Riset dan Pengembangan (R&D) Pernyataan bahwa "setiap penyakit ada obatnya" adalah fondasi bagi Akselerasi Inovasi. Dalam dunia bioteknologi, ini memberikan kepastian bahwa setiap patogen (seperti virus atau kanker) memiliki mekanisme kelemahan yang dapat ditemukan melalui riset. Hal ini mendorong ilmuwan untuk terus mengembangkan: Penemuan Obat (Drug Discovery): Menggunakan AI dan simulasi molekuler untuk menemukan senyawa baru. Terapi Gen: Memperbaiki kerusakan pada tingkat DNA. 2. Teknologi Diagnostik dan Farmakologi Perintah "Berobatlah" menuntut adanya teknologi untuk mengidentifikasi penyakit secara akurat. Secara teknis, ini mencakup pengembangan alat pemindaian (MRI, CT Scan) dan laboratorium molekuler. Pengetahuan bahwa obat itu "ada" memacu manusia untuk memetakan Farmakope (daftar obat-obatan) baik dari alam maupun sintetik. 3. Bio-gerontologi dan Batasan Sistem Pengecualian terhadap "masa tua" (aging) selaras dengan hukum termodinamika dan biologi seluler tentang Entropi. Secara teknologi, meskipun manusia dapat mengembangkan Anti-Aging untuk meningkatkan kualitas hidup, hadis ini menegaskan adanya degradasi biologis alami yang merupakan batas akhir dari intervensi teknologi manusia terhadap sel tubuh.

Sunan Abī Dāwūd (Hadits no. 3855)

Teknologi

Energi dan Pemanfaatan Alam

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ اللُّؤْلُؤِيُّ، أَخْبَرَنَا حَرِيزُ بْنُ عُثْمَانَ، عَنْ حَبَّانَ بْنِ زَيْدٍ الشَّرْعَبِيِّ، عَنْ رَجُلٍ، مِنْ قَرْنٍ ح وَحَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا حَرِيزُ بْنُ عُثْمَانَ، حَدَّثَنَا أَبُو خِدَاشٍ، - وَهَذَا لَفْظُ عَلِيٍّ - عَنْ رَجُلٍ، مِنَ الْمُهَاجِرِينَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ غَزَوْتُ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثَلاَثًا أَسْمَعُهُ يَقُولُ ‏ "‏ الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْكَلإِ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ ‏"‏ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Al-Ja'd Al-Lu'lu'i, telah mengabarkan kepada kami Hariz bin 'Utsman, dari Habban bin Zaid Asy-Syar'abi, dari seorang laki-laki dari Qarn. (Dalam jalur lain) Dan telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami 'Isa bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Hariz bin 'Utsman, telah menceritakan kepada kami Abu Khidasy—dan ini adalah lafal 'Ali—dari seorang laki-laki kaum Muhajirin di antara sahabat Nabi SAW, ia berkata: Aku ikut berperang bersama Nabi SAW sebanyak tiga kali, aku mendengar beliau bersabda: 'Kaum Muslimin berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: padang rumput (lahan terbuka), air, dan api.'" (HR. Abu Dawud)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini meletakkan prinsip dasar bagi Manajemen Sumber Daya Milik Umum (Common-Pool Resources) yang dalam konteks teknologi modern mencakup energi dan utilitas publik. 1. Infrastruktur Air dan Sanitasi (Water Tech) Air didefinisikan sebagai aset publik. Dalam teknologi modern, ini menuntut adanya sistem distribusi (perpipaan) dan pengolahan air bersih yang bisa diakses secara adil. Teknologi Desalinasi dan Water Treatment skala besar harus dikelola sedemikian rupa sehingga tetap menjadi hak dasar masyarakat, bukan monopoli yang membebani. 2. Keamanan Pangan dan Bio-teknologi (Land Tech) "Padang rumput" (Al-Kala') dalam teknologi masa kini diterjemahkan sebagai kedaulatan lahan dan sumber daya hayati. Ini mencakup perlindungan terhadap Plasma Nutfah (keanekaragaman genetik tanaman) agar tidak dikuasai secara eksklusif oleh korporasi melalui paten yang menghalangi akses publik terhadap sumber pangan. 3. Sektor Energi dan Bahan Bakar (Energy Tech) "Api" (An-Nar) adalah representasi dari Energi. Secara teknis, ini mencakup: - Bahan Bakar Fosil & Gas: Sumber energi utama untuk pemanas dan industri. - Kelistrikan: Dalam manajemen energi modern, teknologi Grid Terdesentralisasi (seperti panel surya komunitas) selaras dengan prinsip kepemilikan bersama, di mana energi dikelola secara kolektif untuk kepentingan umum.

Sunan Abī Dāwūd (Hadits no. 3477)