Database Hadis & Sains

Menemukan Fakta Sains & Teknologi Dalam Hadis

Jelajahi topik berdasarkan kategori, cari kata kunci, lalu buka detail untuk membaca hadis, terjemah, dan penjelasan ilmiahnya.

Geografi

Geografi Perilaku dan Filtrasi Sosial

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ، قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ لَمَّا خَرَجَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِلَى أُحُدٍ رَجَعَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَتْ فِرْقَةٌ نَقْتُلُهُمْ‏.‏ وَقَالَتْ فِرْقَةٌ لاَ نَقْتُلُهُمْ‏.‏ فَنَزَلَتْ ‏{‏فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينِ فِئَتَيْنِ‏}‏ وَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّهَا تَنْفِي الرِّجَالَ كَمَا تَنْفِي النَّارُ خَبَثَ الْحَدِيدِ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari 'Adi bin Thabit, dari 'Abdullah bin Yazid, ia berkata: Aku mendengar Zaid bin Thabit RA berkata: Ketika Nabi SAW keluar menuju (Perang) Uhud, sebagian orang dari sahabatnya kembali pulang (membelot). Maka satu kelompok berkata: 'Kita harus membunuh mereka', dan kelompok lain berkata: 'Jangan kita bunuh'. Maka turunlah ayat: 'Maka mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik...' (QS. An-Nisa: 88). Dan Nabi SAW bersabda: 'Sesungguhnya (Madinah) itu akan membersihkan orang-orang (munafik) sebagaimana api membersihkan karat (kotoran) pada besi.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini mencerminkan fenomena Geografi Perilaku dan peran lokasi (Madinah) sebagai ruang yang membentuk integritas populasi. 1. Dinamika Spasial dan Loyalitas Perjalanan dari pusat kota Madinah menuju Gunung Uhud adalah sebuah transisi ruang. Dalam geografi militer, pergerakan dari titik aman menuju zona konflik merupakan ujian terhadap kohesi sosial. Pemisahan diri 300 orang munafik menunjukkan bahwa batas-batas geografis (batas kota) seringkali menjadi titik di mana identitas asli seseorang muncul akibat tekanan lingkungan (Environmental Stress). 2. Madinah sebagai Ekosistem yang Terintegrasi Metafora "api membersihkan karat besi" dalam konteks geografi kota menggambarkan Madinah bukan sekadar titik koordinat, melainkan Ruang Suci (Sacred Space) yang memiliki mekanisme seleksi mandiri. Secara sosiogeografis, sebuah komunitas yang kuat akan cenderung melakukan "eksklusi" secara alami terhadap elemen-elemen yang tidak selaras dengan nilai-nilai fundamental ruang tersebut. 3. Geografi Moral dan Filtrasi Populasi Hadis ini menekankan bahwa stabilitas sebuah wilayah ditentukan oleh kualitas penduduknya. Dalam geografi manusia, ada konsep Sense of Place (keterikatan terhadap tempat). Orang-orang munafik kehilangan keterikatan moral terhadap Madinah, sehingga secara spasial mereka "terlempar" keluar dari kelompok utama. Proses filtrasi ini memastikan bahwa sisa populasi yang menetap adalah mereka yang memiliki loyalitas tinggi terhadap visi kolektif wilayah tersebut.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 1884)

Geografi

Dinamika Termal dan Siklus Iklim Ekstrem

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا، فَقَالَتْ رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا، فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ، فَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ فِي الْحَرِّ، وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib, dari Az-Zuhri, ia berkata: telah menceritakan kepadaku Abu Salamah bin 'Abdurrahman, bahwa ia mendengar Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Neraka mengadu kepada Tuhannya seraya berkata: Wahai Tuhanku, sebagian dariku memakan sebagian yang lain. Maka Allah mengizinkannya untuk menghembuskan dua napas; satu napas pada musim dingin dan satu napas pada musim panas. Maka (napas itulah) yang menyebabkan panas paling ekstrem yang kalian rasakan dan dingin paling ekstrem (zamharir) yang kalian rasakan.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini memberikan penjelasan metafisik terhadap fenomena Siklus Musiman yang dalam geografi fisik dipelajari sebagai dinamika atmosfer dan radiasi termal. 1. Fenomena Ekstremitas Termal Dalam geografi, wilayah Jazirah Arab merupakan representasi dari Iklim Gurun (Arid) yang memiliki fluktuasi suhu sangat tajam. Panas Ekstrem: Terjadi saat insolasi (radiasi matahari) mencapai puncaknya, menciptakan gelombang panas (heatwave). Zamharir (Dingin Ekstrem): Istilah ini merujuk pada dingin yang membeku. Di gurun, saat malam hari atau musim dingin, kehilangan panas radiasi ke luar angkasa terjadi sangat cepat karena ketiadaan awan, menyebabkan suhu anjlok drastis. 2. Sirkulasi Massa Udara Metafora "napas" secara geografis dapat dikaitkan dengan pergerakan Massa Udara. Musim panas di belahan bumi utara dipicu oleh kemiringan poros bumi dan perpindahan zona konvergensi intertropis (ITCZ), yang membawa udara panas dan kering. Sebaliknya, udara dingin ekstrem sering dibawa oleh massa udara kutub yang bergerak menuju ekuator. 3. Keseimbangan Termodinamika Kalimat "sebagian dariku memakan sebagian yang lain" menggambarkan kondisi Entropi atau ketidakseimbangan energi. Dalam sistem iklim global, atmosfer selalu berusaha menyeimbangkan energi panas dari ekuator ke kutub. Ketidakseimbangan ini memicu fenomena cuaca ekstrem yang dirasakan manusia di permukaan bumi sebagai pengingat akan kekuatan alam yang lebih besar.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 3260)

Geografi

Hidrologi dan Kapasitas Self-Purification

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ، وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الأَنْبَارِيُّ، قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّهُ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَتَوَضَّأُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ بِئْرٌ يُطْرَحُ فِيهَا الْحِيَضُ وَلَحْمُ الْكِلاَبِ وَالنَّتْنُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ الْمَاءُ طَهُورٌ لاَ يُنَجِّسُهُ شَىْءٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ رَافِعٍ ‏.

"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-'Ala, Al-Hasan bin 'Ali, dan Muhammad bin Sulaiman Al-Anbari, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Al-Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ka'ab, dari 'Ubaidillah bin 'Abdullah bin Rafi' bin Khadij, dari Abu Sa'id Al-Khudri, bahwa ditanyakan kepada Rasulullah SAW: 'Apakah kami boleh berwudu dari sumur Budha'ah? Padahal itu adalah sumur yang (terkadang) dilemparkan ke dalamnya kain bekas haid, daging anjing, dan benda-benda yang berbau busuk.' Maka Rasulullah SAW bersabda: 'Air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya.'" (HR. Abu Dawud)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini memberikan pelajaran penting mengenai sifat fisik air dalam skala besar dan kemampuannya dalam melakukan pembersihan mandiri secara alami. 1. Volume Air dan Ambang Batas Kontaminasi Dalam hidrologi, terdapat konsep Kapasitas Asimilasi, yaitu kemampuan badan air (seperti sungai, danau, atau sumur besar) untuk menerima beban pencemaran tanpa menurunkan kualitas airnya secara signifikan. Sumur Budha'ah dikenal sebagai sumur yang sangat besar dan airnya mengalir (seperti mata air). Secara geografis, volume air yang besar memiliki kemampuan untuk melakukan Dilusi (Pengenceran). Ketika kontaminan masuk ke dalam volume air yang masif, konsentrasi polutan tersebut menjadi sangat kecil hingga tidak lagi mengubah sifat fisik air (bau, rasa, dan warna). 2. Mekanisme Self-Purification (Pembersihan Mandiri) Air di alam memiliki mekanisme fisik, kimia, dan biologi untuk menetralisir polutan: Sedimentasi: Benda padat akan mengendap ke dasar. Oksidasi: Paparan udara dan sinar matahari (UV) membantu memecah materi organik. Aktivitas Mikroba: Bakteri alami dalam tanah dan air memproses limbah organik. Selama volume air tetap dominan, sistem hidrologis ini menjaga air tetap layak pakai. 3. Geografi Lingkungan dan Sanitasi Konteks "dilemparkan ke dalamnya" dalam hadis ini merujuk pada sampah yang terbawa banjir atau aliran permukaan (run-off) menuju lembah tempat sumur tersebut berada, bukan kesengajaan mencemari sumber air minum. Hal ini menekankan pentingnya memahami Daerah Aliran Sungai (DAS) dan bagaimana topografi wilayah mempengaruhi kualitas sumber air di titik rendah. Poin Utama: Dinamika Dilusi: Kemampuan volume air yang besar untuk menetralkan kontaminan melalui pengenceran alami. Kestabilan Kualitas Air: Sifat dasar air yang tetap suci selama parameter fisik (bau, rasa, warna) tidak berubah oleh polutan. Integrasi Ekosistem: Pemahaman bahwa sumber air di titik topografi rendah rentan terhadap material sisa dari wilayah sekitarnya.

Sunan Abī Dāwūd (Hadits no. 66)

Geografi

Identitas Teritorial dan Ketahanan Wilayah

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو، مَوْلَى الْمُطَّلِبِ بْنِ حَنْطَبٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِلَى خَيْبَرَ أَخْدُمُهُ، فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَاجِعًا، وَبَدَا لَهُ أُحُدٌ قَالَ ‏"‏ هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ ‏"‏‏.‏ ثُمَّ أَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أُحَرِّمُ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا كَتَحْرِيمِ إِبْرَاهِيمَ مَكَّةَ ‏"‏ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا وَمُدِّنَا ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, dari 'Amru bin Abi 'Amru, mantan budak Al-Mutthalib bin Hanthab, bahwa ia mendengar Anas bin Malik RA berkata: 'Aku keluar bersama Rasulullah SAW menuju Khaibar untuk melayani beliau. Ketika Nabi SAW kembali pulang dan gunung Uhud mulai tampak oleh beliau, beliau bersabda: 'Ini adalah gunung yang mencintai kami dan kami pun mencintainya.' Kemudian beliau memberi isyarat dengan tangan beliau ke arah Madinah, seraya bersabda: 'Ya Allah, sesungguhnya aku mengharamkan (menyatakan suci) apa yang ada di antara dua batasan batu hitamnya (Labataha), sebagaimana Ibrahim mengharamkan Makkah. Ya Allah, berkahilah bagi kami dalam takaran sha’ kami dan mud kami.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini mencakup konsep-konsep kunci dalam Geografi Manusia dan Geografi Fisik: 1. Fenomenologi Ruang dan Sense of Place Sabda beliau mengenai Gunung Uhud menunjukkan hubungan emosional yang kuat antara manusia dan lanskap alam. Dalam geografi, ini disebut Topophilia (kecintaan pada tempat). Uhud bukan sekadar tumpukan batu, melainkan Landmark Geografis yang menjadi simbol identitas dan memori kolektif bagi penduduk Madinah. 2. Delimitasi Wilayah dan Ruang Terproteksi Istilah "Labataha" merujuk pada dua kawasan Harrah (padang batu hitam vulkanik) yang mengapit Madinah di sisi Timur dan Barat. - Batas Alam: Secara geografis, Madinah dibatasi oleh fitur geologi unik hasil aktivitas vulkanik masa lalu. - Kawasan Konservasi (Haram): Penetapan status "Haram" menciptakan sebuah kawasan konservasi di mana ekosistemnya dilindungi (larangan merusak pohon atau memburu hewan), mirip dengan konsep Cagar Biosfer modern. 3. Geografi Ekonomi dan Logistik Pangan Doa keberkahan untuk Sha' dan Mud adalah permohonan untuk Ketahanan Pangan wilayah. - Sentralitas Logistik: Sebagai pusat agraris, Madinah sangat bergantung pada stabilitas satuan ukur untuk menjaga keadilan distribusi pangan. - Kedaulatan Sumber Daya: Keberkahan dalam alat ukur memastikan stabilitas ekonomi lokal tetap terjaga meski berada di tengah tantangan geografis gurun. Poin Utama: Topofilia: Hubungan emosional dan spiritual antara masyarakat dengan bentang alam (landmark). Zonasi Proteksi: Penetapan batas wilayah (vulkanik) sebagai kawasan suci dan terlindungi secara ekologis. Stabilitas Ekonomi Regional: Fokus pada keberlanjutan dan keberkahan distribusi sumber daya pangan lokal.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 2889)

Geografi

Batas Wilayah dan Tata Ruang Geografis

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنِي أَخِي، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ حُرِّمَ مَا بَيْنَ لاَبَتَىِ الْمَدِينَةِ عَلَى لِسَانِي ‏"‏‏.‏ قَالَ وَأَتَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بَنِي حَارِثَةَ فَقَالَ ‏"‏ أَرَاكُمْ يَا بَنِي حَارِثَةَ قَدْ خَرَجْتُمْ مِنَ الْحَرَمِ ‏"‏‏.‏ ثُمَّ الْتَفَتَ، فَقَالَ ‏"‏ بَلْ أَنْتُمْ فِيهِ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Ismail bin 'Abdullah, ia berkata: telah menceritakan kepadaku saudaraku, dari Sulaiman, dari 'Ubaidillah, dari Sa'id Al-Maqburi, dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda: 'Wilayah di antara dua padang batu hitam (Labataha) Madinah telah diharamkan (dinyatakan sebagai tanah suci) melalui lisanku.' Abu Hurairah berkata: 'Nabi SAW mendatangi Bani Harithah lalu bersabda: 'Aku melihat kalian, wahai Bani Harithah, telah keluar dari wilayah Haram.' Kemudian beliau menoleh dan bersabda: 'Tetapi ternyata kalian (masih) berada di dalamnya.''" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini menunjukkan presisi dalam penentuan Batas Wilayah (Boundary Delimitation) yang melibatkan peninjauan lapangan secara langsung. 1. Penentuan Batas Berbasis Geologi Dalam geografi fisik, Madinah dikelilingi oleh Harrah (aliran lava basal yang membeku). Nabi SAW menggunakan fitur geologi yang permanen dan mencolok sebagai garis batas alami (Natural Boundary). Secara kartografis, ini memudahkan penduduk untuk mengenali batas wilayah tanpa memerlukan alat ukur canggih pada masa itu. 2. Geodesi Lapangan (Field Survey) Interaksi Nabi SAW dengan Bani Harithah menunjukkan proses Verifikasi Batas. Observasi Visual: Awalnya beliau mengira lokasi pemukiman mereka berada di luar garis batas (ekstrapolasi). Koreksi Presisi: Setelah melakukan pengamatan lebih teliti (menoleh/meninjau kembali), beliau mengoreksi pernyataan tersebut. Dalam ilmu geodesi, ini adalah proses memastikan apakah suatu koordinat (lokasi Bani Harithah) berada di dalam atau di luar suatu poligon wilayah (Point-in-Polygon analysis). 3. Zonasi Pemukiman dan Ruang Suci Bani Harithah terletak di sisi timur laut Madinah. Penegasan bahwa mereka berada "di dalam" wilayah Haram memberikan dampak hukum dan ekologis bagi mereka, seperti larangan menebang pohon atau memburu hewan di sekitar pemukiman tersebut. Ini adalah bentuk Zonasi Wilayah Terproteksi yang sangat rapi.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 1869)

Geografi

Seismologi Global dan Dinamika Transformasi Urban

حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكْثُرَ الزَّلَازِلُ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ (حَدِيثٌ رَقْمُ 7121)

"Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib, telah menceritakan kepada kami Abu Az-Zinad, dari 'Abdurrahman, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak akan terjadi hari kiamat hingga: 1. Dua kelompok besar berperang yang mengakibatkan korban jiwa yang besar, padahal seruan keduanya sama. 2. Muncul para dajjal pendusta mendekati tiga puluh orang, semuanya mengaku utusan Allah. 3. Ilmu dicabut (hilangnya ulama). 4. Banyak terjadi gempa bumi. 5. Waktu terasa semakin singkat. 6. Muncul berbagai fitnah dan banyak terjadi Al-Harj, yaitu pembunuhan. 7. Harta melimpah ruah hingga pemilik harta bingung siapa yang mau menerima sedekahnya, dan ketika ditawarkan, orang yang ditawarkan menjawab: 'Aku tidak membutuhkannya'. 8. Manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan. 9. Seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata: 'Aduhai, seandainya aku berada di posisinya (mati)'. 10. Matahari terbit dari barat. Ketika ia terbit dan manusia melihatnya, mereka semua beriman, namun saat itu iman seseorang tidak lagi bermanfaat jika sebelumnya belum beriman atau belum berbuat kebaikan. Dan sungguh kiamat akan terjadi (begitu tiba-tiba) saat: - Dua orang sedang membentangkan kain untuk berjual beli, namun kiamat terjadi sebelum mereka sempat bertransaksi atau melipatnya. - Seseorang baru saja membawa pulang susu perahannya, namun kiamat terjadi sebelum ia sempat meminumnya. - Seseorang sedang memperbaiki kolamnya, namun kiamat terjadi sebelum ia sempat memberi minum (ternaknya). - Seseorang sedang mengangkat suapan makanan ke mulutnya, namun kiamat terjadi sebelum ia sempat memakannya.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini memuat fenomena-fenomena yang sangat relevan dengan studi Seismologi dan Urbanisasi. 1. Seismologi: Frekuensi Gempa Bumi "Banyak terjadi gempa bumi" dalam perspektif geofisika menunjukkan peningkatan aktivitas tektonik atau vulkanik secara global. Secara geografis, ini berkaitan dengan ketidakstabilan lempeng bumi yang dapat dipicu oleh pergeseran massa bumi atau dinamika internal inti bumi yang ekstrem. 2. Geografi Urban: High-Rise Building (Bangunan Pencakar Langit) "Berlomba-lomba meninggikan bangunan" adalah fenomena Urbanisasi Vertikal. Di wilayah dengan keterbatasan lahan (seperti Jazirah Arab atau megapolitan dunia), teknologi konstruksi memungkinkan manusia membangun gedung pencakar langit (skyscrapers). Secara geografis, ini mengubah profil skyline kota dan menunjukkan pergeseran gaya hidup dari agraris ke industri/jasa yang terkonsentrasi di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. 3. Kosmografi: Perputaran Bumi "Matahari terbit dari barat" dalam kajian astronomi dan geografi fisik hanya mungkin terjadi jika terjadi Reversal (Pembalikan) Rotasi Bumi. Secara teknis, ini melibatkan perlambatan putaran bumi hingga berhenti sejenak, lalu berputar ke arah berlawanan, yang merupakan peristiwa katastropik bagi atmosfer dan samudera. 4. Persepsi Waktu (Temporal Geography) "Waktu terasa singkat" dapat dianalisis secara sosiogeografis melalui efektivitas transportasi dan komunikasi. Dengan teknologi, jarak ribuan kilometer yang dahulu ditempuh berbulan-bulan kini hanya hitungan jam. Akselerasi kehidupan ini membuat manusia merasa waktu berjalan lebih cepat karena kepadatan aktivitas dan arus informasi.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 7121)