Geografi
Geografi Perilaku dan Filtrasi Sosial
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ، قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ لَمَّا خَرَجَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِلَى أُحُدٍ رَجَعَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَتْ فِرْقَةٌ نَقْتُلُهُمْ. وَقَالَتْ فِرْقَةٌ لاَ نَقْتُلُهُمْ. فَنَزَلَتْ {فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينِ فِئَتَيْنِ} وَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " إِنَّهَا تَنْفِي الرِّجَالَ كَمَا تَنْفِي النَّارُ خَبَثَ الْحَدِيدِ ".
"Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari 'Adi bin Thabit, dari 'Abdullah bin Yazid, ia berkata: Aku mendengar Zaid bin Thabit RA berkata: Ketika Nabi SAW keluar menuju (Perang) Uhud, sebagian orang dari sahabatnya kembali pulang (membelot). Maka satu kelompok berkata: 'Kita harus membunuh mereka', dan kelompok lain berkata: 'Jangan kita bunuh'. Maka turunlah ayat: 'Maka mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik...' (QS. An-Nisa: 88). Dan Nabi SAW bersabda: 'Sesungguhnya (Madinah) itu akan membersihkan orang-orang (munafik) sebagaimana api membersihkan karat (kotoran) pada besi.'" (HR. Bukhari)
Fakta Sains
Ringkasan penjelasan
Hadis ini mencerminkan fenomena Geografi Perilaku dan peran lokasi (Madinah) sebagai ruang yang membentuk integritas populasi. 1. Dinamika Spasial dan Loyalitas Perjalanan dari pusat kota Madinah menuju Gunung Uhud adalah sebuah transisi ruang. Dalam geografi militer, pergerakan dari titik aman menuju zona konflik merupakan ujian terhadap kohesi sosial. Pemisahan diri 300 orang munafik menunjukkan bahwa batas-batas geografis (batas kota) seringkali menjadi titik di mana identitas asli seseorang muncul akibat tekanan lingkungan (Environmental Stress). 2. Madinah sebagai Ekosistem yang Terintegrasi Metafora "api membersihkan karat besi" dalam konteks geografi kota menggambarkan Madinah bukan sekadar titik koordinat, melainkan Ruang Suci (Sacred Space) yang memiliki mekanisme seleksi mandiri. Secara sosiogeografis, sebuah komunitas yang kuat akan cenderung melakukan "eksklusi" secara alami terhadap elemen-elemen yang tidak selaras dengan nilai-nilai fundamental ruang tersebut. 3. Geografi Moral dan Filtrasi Populasi Hadis ini menekankan bahwa stabilitas sebuah wilayah ditentukan oleh kualitas penduduknya. Dalam geografi manusia, ada konsep Sense of Place (keterikatan terhadap tempat). Orang-orang munafik kehilangan keterikatan moral terhadap Madinah, sehingga secara spasial mereka "terlempar" keluar dari kelompok utama. Proses filtrasi ini memastikan bahwa sisa populasi yang menetap adalah mereka yang memiliki loyalitas tinggi terhadap visi kolektif wilayah tersebut.
Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 1884)