Biologi
Mikrobiologi Lalat dan Senyawa Antimikroba
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، قَالَ حَدَّثَنِي عُتْبَةُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ بْنُ حُنَيْنٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ، فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً ".
"Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal, ia berkata: telah menceritakan kepadaku 'Utbah bin Muslim, ia berkata: telah mengabarkan kepadaku 'Ubaid bin Hunain, ia berkata: Aku mendengar Abu Hurairah RA berkata: Nabi SAW bersabda: 'Apabila seekor lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang di antara kalian, maka celupkanlah (seluruh tubuhnya), kemudian buanglah lalat tersebut. Karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat (penawar).'" (HR. Bukhari)
Fakta Sains
Ringkasan penjelasan
Hadis ini sering menjadi objek penelitian ilmiah yang menarik untuk melihat hubungan antara serangga pembawa patogen dengan mekanisme pertahanan tubuhnya sendiri. 1. Lalat sebagai Vektor dan Inang Bakteri (Patogen) Secara entomologi, lalat (Musca domestica) dikenal sebagai vektor mekanis. Kaki dan permukaan tubuh lalat sering kali membawa berbagai mikroorganisme patogen (penyakit) seperti Salmonella atau E. coli yang menempel saat lalat hinggap di tempat kotor. 2. Mekanisme Antibiotik pada Sayap (Penawar) Beberapa penelitian mikrobiologi modern (seperti yang dilakukan oleh tim riset dari Universitas Macquarie, Australia) menemukan bahwa permukaan tubuh lalat, termasuk sayapnya, mengandung senyawa Antimikroba. - Antibiotik Permukaan: Lalat hidup di lingkungan yang penuh bakteri, sehingga mereka mengembangkan protein antibiotik pada tubuhnya untuk bertahan hidup. - Pelepasan Senyawa: Tindakan "mencelupkan" lalat secara total memungkinkan senyawa antibiotik yang ada pada membran sayap atau kelenjar tertentu untuk larut ke dalam cairan, yang secara teoritis dapat menetralkan patogen yang dibawa oleh kaki lalat saat pertama kali menyentuh air. 3. Teknologi Ekstraksi Antimikroba Sains modern kini menggunakan prinsip ini untuk meneliti Defensin (peptida antimikroba) pada serangga sebagai alternatif antibiotik baru untuk mengatasi resistensi bakteri. Hadis ini secara tersirat memberikan petunjuk awal mengenai keberadaan zat penawar pada organisme yang biasanya dianggap hanya sebagai pembawa penyakit.
Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 3320)