Database Hadis & Sains

Menemukan Fakta Sains & Teknologi Dalam Hadis

Jelajahi topik berdasarkan kategori, cari kata kunci, lalu buka detail untuk membaca hadis, terjemah, dan penjelasan ilmiahnya.

Biologi

Mikrobiologi Lalat dan Senyawa Antimikroba

حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، قَالَ حَدَّثَنِي عُتْبَةُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ بْنُ حُنَيْنٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ، فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal, ia berkata: telah menceritakan kepadaku 'Utbah bin Muslim, ia berkata: telah mengabarkan kepadaku 'Ubaid bin Hunain, ia berkata: Aku mendengar Abu Hurairah RA berkata: Nabi SAW bersabda: 'Apabila seekor lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang di antara kalian, maka celupkanlah (seluruh tubuhnya), kemudian buanglah lalat tersebut. Karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat (penawar).'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini sering menjadi objek penelitian ilmiah yang menarik untuk melihat hubungan antara serangga pembawa patogen dengan mekanisme pertahanan tubuhnya sendiri. 1. Lalat sebagai Vektor dan Inang Bakteri (Patogen) Secara entomologi, lalat (Musca domestica) dikenal sebagai vektor mekanis. Kaki dan permukaan tubuh lalat sering kali membawa berbagai mikroorganisme patogen (penyakit) seperti Salmonella atau E. coli yang menempel saat lalat hinggap di tempat kotor. 2. Mekanisme Antibiotik pada Sayap (Penawar) Beberapa penelitian mikrobiologi modern (seperti yang dilakukan oleh tim riset dari Universitas Macquarie, Australia) menemukan bahwa permukaan tubuh lalat, termasuk sayapnya, mengandung senyawa Antimikroba. - Antibiotik Permukaan: Lalat hidup di lingkungan yang penuh bakteri, sehingga mereka mengembangkan protein antibiotik pada tubuhnya untuk bertahan hidup. - Pelepasan Senyawa: Tindakan "mencelupkan" lalat secara total memungkinkan senyawa antibiotik yang ada pada membran sayap atau kelenjar tertentu untuk larut ke dalam cairan, yang secara teoritis dapat menetralkan patogen yang dibawa oleh kaki lalat saat pertama kali menyentuh air. 3. Teknologi Ekstraksi Antimikroba Sains modern kini menggunakan prinsip ini untuk meneliti Defensin (peptida antimikroba) pada serangga sebagai alternatif antibiotik baru untuk mengatasi resistensi bakteri. Hadis ini secara tersirat memberikan petunjuk awal mengenai keberadaan zat penawar pada organisme yang biasanya dianggap hanya sebagai pembawa penyakit.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 3320)

Biologi

Kepastian Obat dan Motivasi Penelitian

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ، قَالَ حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Sa'id bin Abi Husain, ia berkata: telah menceritakan kepadaku 'Atha bin Abi Rabah, dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW bersabda: 'Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini merupakan landasan intelektual bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi kesehatan, yang mendorong manusia untuk terus melakukan eksplorasi. 1. Dasar Hukum Kausalitas (Sebab-Akibat) Dalam sains, hadis ini menegaskan bahwa setiap fenomena biologis (penyakit) memiliki lawan atau solusi material (obat). Hal ini memicu metodologi riset yang disebut Targeted Therapy. Ilmuwan tidak hanya mengobati gejala, tetapi mencari molekul spesifik yang dapat berikatan dengan sel penyakit untuk menyembuhkannya. 2. Eksplorasi Biodiversitas dan Farmakognosi Pernyataan bahwa obat itu "diturunkan" mengisyaratkan bahwa solusinya sudah tersedia di alam, baik dalam bentuk nabati, hewani, maupun mineral. Ini mendukung cabang ilmu Farmakognosi (studi obat dari sumber alami). Di era teknologi, hal ini diwujudkan melalui high-throughput screening untuk mengekstrak senyawa aktif dari ribuan tanaman hutan atau mikroba laut. 3. Teknologi Genomic dan Personalized Medicine Meskipun obatnya "ada", penemuannya memerlukan proses Identifikasi. Teknologi modern seperti Next-Generation Sequencing (NGS) memungkinkan kita menemukan "obat" yang tepat untuk profil genetik orang tertentu. Hadis ini memberi kepastian bahwa kegagalan pengobatan saat ini bukanlah karena tidak ada solusi, melainkan karena solusinya belum ditemukan.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 5678)

Biologi

Manfaat Alami dan Efektivitas Pengobatan

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ خَرَجْنَا وَمَعَنَا غَالِبُ بْنُ أَبْجَرَ فَمَرِضَ فِي الطَّرِيقِ، فَقَدِمْنَا الْمَدِينَةَ وَهْوَ مَرِيضٌ، فَعَادَهُ ابْنُ أَبِي عَتِيقٍ فَقَالَ لَنَا عَلَيْكُمْ بِهَذِهِ الْحُبَيْبَةِ السَّوْدَاءِ، فَخُذُوا مِنْهَا خَمْسًا أَوْ سَبْعًا فَاسْحَقُوهَا، ثُمَّ اقْطُرُوهَا فِي أَنْفِهِ بِقَطَرَاتِ زَيْتٍ فِي هَذَا الْجَانِبِ وَفِي هَذَا الْجَانِبِ، فَإِنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْنِي أَنَّهَا سَمِعَتِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ "‏ إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلاَّ مِنَ السَّامِ ‏"‏‏.‏ قُلْتُ وَمَا السَّامُ قَالَ الْمَوْتُ‏.

"Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami 'Ubaidillah, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Manshur, dari Khalid bin Sa'ad, ia berkata: Kami keluar bepergian dan bersama kami ada Ghalib bin Abjar, lalu ia jatuh sakit di tengah jalan. Kami tiba di Madinah dalam keadaan ia masih sakit. Kemudian Ibnu Abi 'Atiq menjenguknya dan berkata kepada kami: 'Hendaknya kalian gunakan biji hitam (Habbatussauda) ini. Ambillah lima atau tujuh butir, haluskan, kemudian teteskanlah ke dalam hidungnya bersama tetesan minyak di sisi (lubang hidung) ini dan sisi ini. Karena sesungguhnya Aisyah pernah menceritakan kepadaku bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya biji hitam ini adalah obat dari segala penyakit kecuali as-saam.' Aku bertanya: 'Apakah as-saam itu?' Beliau menjawab: 'Kematian.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini memberikan panduan praktis mengenai Fitofarmaka (obat berbahan alam) yang relevan dengan sains kesehatan saat ini. 1. Kandungan Aktif Thymoquinone Secara kimiawi, jintan hitam (Nigella sativa) mengandung senyawa aktif utama bernama Thymoquinone. Dalam penelitian farmakologi, senyawa ini terbukti memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan mampu meningkatkan sistem imun (imunomodulator). Ini menjelaskan mengapa ia disebut sebagai obat bagi "segala penyakit" dalam arti memperkuat sistem pertahanan tubuh secara umum. 2. Metode Pemberian (Drug Delivery) Hadis ini menyebutkan cara penggunaan dengan dihaluskan dan dicampur minyak untuk diteteskan ke hidung. Dalam ilmu medis, ini mirip dengan metode Intranasal, yaitu pemberian obat melalui rongga hidung. Keunggulan metode ini adalah zat aktif dapat lebih cepat diserap oleh pembuluh darah halus di mukosa hidung dan langsung menuju sistem saraf atau pernapasan, menghindari proses pencernaan yang panjang. 3. Batas Biologis (As-Saam) Penegasan bahwa obat ini tidak bisa menyembuhkan "kematian" menunjukkan bahwa setiap zat di dunia ini memiliki batasan fungsional. Secara akademik, ini mengakui adanya Entropi atau kerusakan seluler yang sudah mencapai tahap terminal (akhir) yang tidak bisa lagi diperbaiki oleh intervensi medis apa pun.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 5687)

Biologi

Tahapan Kehidupan dan Pertumbuhan Janin

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهْوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ قَالَ ‏ "‏ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا، فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ لَهُ اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ‏.‏ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ، فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Ar-Rabi', telah menceritakan kepada kami Abu Al-Ahwas, dari Al-A'masy, dari Zaid bin Wahb, ia berkata: 'Abdullah (bin Mas'ud) berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami—dan beliau adalah orang yang jujur lagi dipercaya—beliau bersabda: 'Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nuthfah), kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah/sesuatu yang menempel) dalam waktu yang sama, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging/seperti bekas kunyahan) dalam waktu yang sama juga. Kemudian Allah mengutus malaikat dan diperintahkan untuk menetapkan empat kalimat; dikatakan kepadanya: Tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya, dan apakah ia celaka atau bahagia. Kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya. Maka sungguh, ada seseorang di antara kalian yang beramal hingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali satu hasta, namun ketetapan (takdir) mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan ahli neraka. Dan ada yang beramal hingga tidak ada jarak antara dirinya dan neraka kecuali satu hasta, namun ketetapan mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan ahli surga.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini secara luar biasa selaras dengan pengamatan Embriologi mengenai fase-fase awal pembentukan janin manusia. 1. Periodisasi Perkembangan Janin Hadis ini membagi perkembangan awal menjadi tiga fase 40 harian (total 120 hari). Dalam sains modern, trimester pertama adalah masa paling kritis bagi organogenesis (pembentukan organ). Fase 'Alaqah: Secara bahasa berarti "sesuatu yang menggantung". Secara biologis, ini menggambarkan janin pada usia sekitar 3-4 minggu yang menempel pada dinding rahim (implantasi) dan mengambil nutrisi dari darah ibu, tampak seperti lintah kecil yang menggantung. Fase Mudghah: Secara bahasa berarti "segumpal daging yang dikunyah". Pada fase ini (sekitar minggu ke-6 hingga ke-8), struktur somit (bakal tulang belakang) pada janin memberikan tampilan bergelombang yang sangat mirip dengan bekas gigitan pada benda lunak. 2. Aktivitas Saraf dan Kehidupan (Tiupan Ruh) Penetapan takdir dan peniupan ruh pada hari ke-120 (sekitar minggu ke-17 atau bulan ke-4) sering dikaitkan dengan fase di mana janin mulai menunjukkan gerakan aktif yang bisa dirasakan ibu (quickening) dan sistem saraf pusat yang lebih kompleks. Secara medis, pada masa ini fungsi otak dan respons terhadap rangsangan luar mulai berkembang pesat. 3. Integrasi Genetika dan Lingkungan Penulisan "amal, rezeki, dan ajal" dalam bahasa sederhana dapat dikaitkan dengan Cetak Biru Biologis atau DNA. Meskipun kita memiliki potensi genetik tertentu (ketetapan), hadis ini juga mengingatkan bahwa hasil akhir kehidupan sangat dipengaruhi oleh perilaku dan pilihan di masa depan (dinamika perubahan manusia).

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 3208)

Ilmu

Etika Kepedulian dan Kesejahteraan Makhluk

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ سُمَىٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ بَيْنَا رَجُلٌ يَمْشِي فَاشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ، فَنَزَلَ بِئْرًا فَشَرِبَ مِنْهَا، ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا هُوَ بِكَلْبٍ يَلْهَثُ، يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ، فَقَالَ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا مِثْلُ الَّذِي بَلَغَ بِي فَمَلأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ، ثُمَّ رَقِيَ، فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ ‏"‏‏.‏ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا قَالَ ‏"‏ فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ ‏"‏‏.‏ تَابَعَهُ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ وَالرَّبِيعُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ‏.

"Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Sumay, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, ia merasakan haus yang sangat. Lalu ia menuruni sebuah sumur dan minum darinya. Setelah keluar, ia melihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya sambil menjilat tanah karena haus. Orang itu berkata: 'Anjing ini telah merasakan haus yang sama seperti yang aku rasakan'. Maka ia pun mengisi sepatunya (khuff) dengan air, lalu memegangnya dengan mulutnya, kemudian ia naik (keluar dari sumur) dan memberi minum anjing tersebut. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya.' Para sahabat bertanya: 'Wahai Rasulullah, apakah kami akan mendapatkan pahala karena berbuat baik kepada hewan?' Beliau menjawab: 'Pada setiap hati (makhluk hidup) yang basah terdapat pahala.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini memberikan panduan etis yang sangat maju mengenai bagaimana manusia seharusnya berinteraksi dengan ekosistem dan makhluk hidup di sekitarnya. 1. Empati Antar-Spesies Secara psikologis, pria dalam hadis ini melakukan identifikasi perasaan (empati). Ia menyamakan penderitaan fisik yang ia rasakan (haus) dengan yang dirasakan oleh spesies lain. Dalam ilmu lingkungan modern, ini adalah dasar dari Etika Biosentris, di mana setiap makhluk hidup dianggap memiliki nilai dan hak untuk bertahan hidup. 2. Adaptasi dalam Kondisi Kritis Tindakan pria tersebut menggunakan sepatunya (khuff) untuk membawa air mencerminkan kreativitas dalam penyelesaian masalah (problem solving) di lingkungan yang sulit. Dalam geografi wilayah gersang, air adalah sumber daya paling berharga, dan membaginya dengan makhluk lain adalah bentuk tertinggi dari manajemen sumber daya yang berkelanjutan. 3. Definisi Kehidupan (Kaidah "Kibid Rathbah") Kalimat "Setiap hati/limpa yang basah" (Kulli kibidin rathbah) adalah istilah biologis yang sangat menarik. "Basah" di sini merujuk pada metabolisme yang masih berjalan (kehidupan). Secara akademik, ini adalah mandat untuk menjaga Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) tanpa memandang status atau jenis hewan tersebut. Selama makhluk tersebut memiliki sistem biologis yang membutuhkan asupan (air/makanan), manusia memiliki tanggung jawab moral untuk menolongnya.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 2363)

Biologi

Dasar Genetika dan Variasi Keturunan

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَجُلاً، أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وُلِدَ لِي غُلاَمٌ أَسْوَدُ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ هَلْ لَكَ مِنْ إِبِلٍ ‏"‏‏.‏ قَالَ نَعَمْ‏.‏ قَالَ ‏"‏ مَا أَلْوَانُهَا ‏"‏‏.‏ قَالَ حُمْرٌ‏.‏ قَالَ ‏"‏ هَلْ فِيهَا مِنْ أَوْرَقَ ‏"‏‏.‏ قَالَ نَعَمْ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَأَنَّى ذَلِكَ ‏"‏‏.‏ قَالَ لَعَلَّهُ نَزَعَهُ عِرْقٌ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَلَعَلَّ ابْنَكَ هَذَا نَزَعَهُ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Qaza'ah, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Ibnu Syihab, dari Sa'id bin Al-Musayyab, dari Abu Hurairah RA, bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata: 'Wahai Rasulullah, istriku melahirkan seorang anak laki-laki berkulit hitam (padahal kami tidak)'. Nabi SAW bertanya: 'Apakah kamu mempunyai unta?' Laki-laki itu menjawab: 'Ya'. Nabi bertanya lagi: 'Apa warnanya?' Ia menjawab: 'Merah'. Nabi bertanya: 'Apakah ada yang berwarna abu-abu (kehitam-hitaman)?' Ia menjawab: 'Ada'. Nabi bertanya: 'Dari mana warna itu berasal (padahal induknya merah)?' Laki-laki itu menjawab: 'Mungkin itu pengaruh dari urat (faktor keturunan) nenek moyangnya'. Maka Nabi SAW bersabda: 'Begitu pula anakmu ini, mungkin itu pengaruh dari urat (keturunan) kakek moyangnya.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini adalah penjelasan yang sangat ilmiah dan logis mengenai fenomena Genetika Dasar, jauh sebelum ilmu pengetahuan modern memetakan DNA. 1. Konsep Gen Resesif (Naz'u al-'Irq) Istilah "Naz'ahu 'Irqun" (ditarik oleh urat/keturunan) secara biologis merujuk pada Gen Resesif. Dalam genetika, suatu sifat (seperti warna kulit atau bulu) bisa tidak muncul pada orang tua, tetapi tersimpan dalam kode genetik dan muncul kembali pada generasi anak atau cucu jika bertemu dengan pasangan gen yang serupa. 2. Variasi Fenotipe dalam Satu Spesies Nabi SAW menggunakan analogi unta untuk menjelaskan Variasi Genetik. Meskipun induk unta berwarna merah, keturunannya bisa memiliki warna berbeda (abu-abu/hitam) karena adanya rekombinasi genetik. Ini membuktikan bahwa keragaman ciri fisik adalah hal yang wajar dalam proses reproduksi makhluk hidup. 3. Pendekatan Logika Ilmiah Nabi SAW tidak menggunakan penjelasan mistis, melainkan mengajak laki-laki tersebut menggunakan Metode Observasi Alam. Dengan memahami bahwa hewan saja bisa memiliki variasi keturunan karena faktor leluhur, laki-laki tersebut bisa menerima bahwa perbedaan warna kulit anaknya bukanlah indikasi perselingkuhan, melainkan proses biologis yang sah.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 5305)