Database Hadis & Sains

Menemukan Fakta Sains & Teknologi Dalam Hadis

Jelajahi topik berdasarkan kategori, cari kata kunci, lalu buka detail untuk membaca hadis, terjemah, dan penjelasan ilmiahnya.

Biologi

Fungsi Biologis dan Keseimbangan Hidup

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا الأَوْزَاعِيُّ، قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ يَا عَبْدَ اللَّهِ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ ‏"‏‏.‏ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَلاَ تَفْعَلْ، صُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil, telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Al-Auza'i, ia berkata: telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abi Katsir, ia berkata: telah menceritakan kepadaku Abu Salamah bin 'Abdurrahman, ia berkata: telah menceritakan kepadaku 'Abdullah bin 'Amru bin Al-'Ash, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: 'Wahai Abdullah, benarkah kabar yang sampai kepadaku bahwa engkau berpuasa di siang hari dan salat sepanjang malam?' > Aku menjawab: 'Benar, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda: 'Jangan lakukan itu. Berpuasalah dan berbukalah (ada waktu tidak puasa), salat malamlah dan tidurlah. Karena sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu, matamu memiliki hak atasmu, dan istrimu (keluargamu) memiliki hak atasmu.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini meletakkan dasar bagi ilmu Kesehatan Holistik, di mana kesehatan fisik dan mental saling bergantung pada keseimbangan aktivitas. 1. Pemulihan Fisik dan Hak Tubuh Secara fisiologis, tubuh manusia memiliki mekanisme Homeostatis (keseimbangan). Penggunaan energi yang berlebihan tanpa istirahat yang cukup dapat menyebabkan kelelahan kronis (fatigue). Sabda Nabi SAW mengenai "hak tubuh" mencakup kebutuhan akan nutrisi dan waktu istirahat agar sel-sel tubuh dapat melakukan regenerasi secara optimal. 2. Ritme Sirkadian dan Kesehatan Mata Penekanan pada "hak mata" sangat berkaitan dengan Ritme Sirkadian (jam biologis tubuh). Mata manusia memerlukan istirahat dari cahaya dan aktivitas fokus untuk mencegah ketegangan otot mata (eye strain). Tidur malam yang cukup membantu membersihkan racun dari otak dan menjaga kesehatan saraf penglihatan. 3. Keseimbangan Hidup dan Kerja (Work-Life Balance) Penyebutan "hak istri/keluarga" dalam bahasa akademik modern disebut sebagai Fungsi Sosial. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi untuk menjaga kesehatan mental. Mengabaikan aspek sosial demi aktivitas personal yang berlebihan—sekalipun itu ibadah—dapat memicu stres dan ketidakharmonisan hubungan, yang pada akhirnya merusak kesejahteraan psikologis.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 5199)

Biologi

Aktivitas Bioaktif Madu dan Pemulihan Pencernaan

حَدَّثَنَا عَيَّاشُ بْنُ الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، أَنَّ رَجُلاً، أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ أَخِي يَشْتَكِي بَطْنَهُ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ اسْقِهِ عَسَلاً ‏"‏‏.‏ ثُمَّ أَتَى الثَّانِيَةَ فَقَالَ ‏"‏ اسْقِهِ عَسَلاً ‏"‏‏.‏ ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ فَعَلْتُ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ صَدَقَ اللَّهُ، وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ، اسْقِهِ عَسَلاً ‏"‏‏.‏ فَسَقَاهُ فَبَرَأَ‏.

"Telah menceritakan kepada kami 'Ayyasy bin Al-Walid, telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Sa'id, dari Qatadah, dari Abu Al-Mutawakkil, dari Abu Sa'id (Al-Khudri) RA: Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata: 'Saudaraku sedang menderita sakit perut (diare).' Nabi SAW bersabda: 'Minumkanlah ia madu.' Orang itu datang kedua kalinya, lalu Nabi tetap bersabda: 'Minumkanlah ia madu.' Orang itu datang lagi (ketiga kalinya) dan berkata: 'Aku telah melakukannya (tapi belum sembuh).' Nabi SAW bersabda: 'Maha Benar Allah, dan perut saudaramu itulah yang berdusta. Minumkanlah ia madu.' Maka ia meminumkannya lagi, lalu saudaranya pun sembuh.' (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini menunjukkan prinsip penting dalam Farmakoterapi (pengobatan dengan obat) dan bagaimana tubuh merespons zat aktif secara bertahap. 1. Aktivitas Antibakteri dan Osmotik Madu memiliki sifat biologis yang kompleks untuk mengatasi gangguan pencernaan: Efek Osmotik Tinggi: Kandungan gula alami yang tinggi pada madu menarik air dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen di usus. Senyawa Inhibin: Madu mengandung hydrogen peroxide (hasil kerja enzim glucose oxidase) dan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antibiotik alami untuk membunuh mikroba penyebab infeksi perut. 2. Mekanisme Pembersihan (Detoksifikasi) Pernyataan "perut saudaramu berdusta" dalam perspektif biologi dapat dijelaskan melalui proses Pembersihan Mukosa. Terkadang, saat zat aktif (madu) mulai bekerja, usus akan bereaksi dengan mendorong keluar sisa kotoran atau bakteri (yang mungkin tampak seperti diare yang belum berhenti). Proses ini memerlukan dosis dan waktu tertentu agar keseimbangan flora usus kembali normal. 3. Konsentrasi Dosis (Farmakokinetik) Nabi SAW memerintahkan pengulangan pemberian madu hingga tiga kali. Dalam biologi medis, ini berkaitan dengan pemeliharaan Kadar Terapeutik dalam tubuh. Zat aktif dalam madu membutuhkan akumulasi dosis yang cukup di dalam saluran pencernaan sebelum mampu menetralisir racun atau bakteri secara menyeluruh hingga tercapai kesembuhan (recovery).

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 5684)

Biologi

Analisis Mikroba dan Perlindungan Gigi Alami

حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ الْحَبْحَابِ، حَدَّثَنَا أَنَسٌ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي السِّوَاكِ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdul Warits, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Syu’aib bin Al-Habhab, telah menceritakan kepada kami Anas RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Aku telah menekankan kepada kalian (berulang kali) mengenai pentingnya bersiwak.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Penekanan Rasulullah SAW terhadap siwak memiliki dasar biologis yang sangat kuat terkait dengan kandungan bahan aktif yang terdapat pada batang kayu siwak (Salvadora persica). 1. Aktivitas Antimikroba Alami Secara biologis, mulut adalah rumah bagi ratusan jenis bakteri. Batang siwak mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai pertahanan alami: - Silika: Berfungsi sebagai bahan abrasif alami yang sangat halus untuk menghilangkan Plak (lapisan film bakteri) dan noda pada gigi tanpa merusak lapisan enamel. - Alkaloid (Salvadorine): Memiliki efek bakterisida yang mampu membunuh bakteri penyebab karies gigi (Streptococcus mutans). - Fluorida dan Vitamin C: Membantu remineralisasi gigi dan mempercepat penyembuhan jaringan gusi. 2. Pencegahan Biofilm Bakteri Penekanan untuk sering bersiwak berkaitan dengan siklus pertumbuhan bakteri. Bakteri di mulut terus membentuk Biofilm. Bersiwak secara teratur (sebagaimana ditekankan dalam hadis) mengganggu kolonisasi bakteri ini, sehingga mencegah terjadinya pembentukan karang gigi (calculus) dan peradangan gusi (gingivitis). 3. Stimulasi Saliva (Kelenjar Ludah) Gerakan mekanis saat bersiwak merangsang produksi Saliva (air liur). Secara biologis, saliva mengandung enzim lisozim dan antibodi IgA yang berfungsi sebagai sistem imun garis depan di rongga mulut untuk menetralkan asam dan sisa makanan.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 888)

Biologi

Irama Sirkadian dan Optimasi Kualitas Tidur

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ، عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ، عَنْ أَبِي بَرْزَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا‏.

"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salam, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami 'Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Khalid Al-Haddza', dari Abul Minhal, dari Abu Barzah (Al-Aslami) RA: 'Bahwasanya Rasulullah SAW membenci tidur sebelum isya dan membenci berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini memberikan panduan strategis dalam mengatur Irama Sirkadian (jam biologis) manusia untuk mencapai efisiensi kesehatan yang maksimal. 1. Fenomena Inersia Tidur (Tidur Sebelum Isya) Secara biologis, tidur di sore hari menuju malam (sebelum waktu Isya) dapat menyebabkan Inersia Tidur. - Gangguan Fase Tidur: Tidur pada waktu ini dapat memutus siklus bangun-tidur alami. Ketika seseorang bangun untuk shalat Isya, tubuh seringkali berada dalam fase transisi yang berat, menyebabkan rasa pusing dan disorientasi. - Supresi Melatonin: Tidur singkat di awal malam dapat mengganggu akumulasi hormon Melatonin yang seharusnya mencapai puncaknya saat tidur malam yang sesungguhnya, sehingga kualitas tidur utama di tengah malam justru akan menurun. 2. Neurofisiologi dan Kualitas Tidur (Berbincang Setelah Isya) Larangan berbincang setelah Isya bertujuan untuk menyiapkan otak masuk ke dalam fase Relaksasi (Downregulation). - Aktivasi Korteks Prefrontal: Berbincang atau berdiskusi berat setelah Isya mengaktifkan kerja saraf dan meningkatkan hormon Kortisol atau Dopamin, yang membuat otak tetap terjaga (alertness). - Kualitas Deep Sleep (NREM): Dengan langsung beristirahat setelah Isya, tubuh dapat lebih cepat memasuki fase Deep Sleep (tidur dalam). Pada fase ini, sistem Glimfatik bekerja membersihkan racun-racun sisa metabolisme di otak. Jika waktu tidur tertunda karena berbincang, durasi fase pemulihan ini akan berkurang secara drastis. 3. Regulasi Metabolisme dan Hormon Pertumbuhan Tidur lebih awal setelah Isya mendukung sekresi Human Growth Hormone (HGH) yang maksimal, yang biasanya terjadi antara jam 10 malam hingga 2 pagi. Hormon ini krusial untuk perbaikan jaringan tubuh dan fungsi sistem imun.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 568)

Biologi

Demam dan Respons Imun Tubuh

حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَطْفِئُوهَا بِالْمَاءِ ‏"‏‏.‏ قَالَ نَافِعٌ وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَقُولُ اكْشِفْ عَنَّا الرِّجْزَ‏.

"Telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sulaiman, telah menceritakan kepadaku Ibnu Wahab, ia berkata: telah menceritakan kepadaku Malik, dari Nafi', dari Ibnu Umar RA, dari Nabi SAW bersabda: 'Demam itu berasal dari hembusan (panas) Jahannam, maka dinginkanlah (padamkanlah) ia dengan air.' Nafi' berkata: 'Abdullah (bin Umar) jika tertimpa demam akan berdoa: Angkatlah dari kami siksaan ini'." (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Hadis ini memberikan instruksi medis yang sangat mendasar mengenai penanganan kondisi hipertermia (peningkatan suhu tubuh). 1. Mekanisme Termoregulasi Tubuh Demam (fever/pyrexia) terjadi ketika pusat pengatur suhu di Hipotalamus menaikkan titik setel (set-point) suhu tubuh sebagai respons terhadap infeksi. Secara biologis, suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan denaturasi protein dan gangguan pada enzim-enzim tubuh yang vital. 2. Efek Pendinginan Fisik (Hidroterapi) Instruksi "dinginkanlah dengan air" merupakan aplikasi dari prinsip fisika-biologi Konduksi dan Evaporasi: - Konduksi: Perpindahan panas langsung dari permukaan kulit yang panas ke air yang suhunya lebih rendah. - Evaporasi: Saat air pada permukaan kulit menguap, ia membawa serta energi panas dari dalam tubuh ke lingkungan luar, sehingga menurunkan suhu inti tubuh secara bertahap. 3. Pentingnya Hidrasi (Air Internal) Selain penggunaan air secara eksternal (kompres/mandi), "dinginkan dengan air" juga bisa merujuk pada hidrasi internal. Saat demam, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat dan penguapan napas. Pemberian air minum yang cukup sangat krusial untuk mencegah Dehidrasi dan membantu ginjal membuang sisa-sisa metabolisme atau racun bakteri yang memicu demam.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 5723)

Biologi

Kemiripan Biologis dan Pengaruh Epigenetik Persusuan

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي بِنْتِ حَمْزَةَ ‏ "‏ لاَ تَحِلُّ لِي، يَحْرُمُ مِنَ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنَ النَّسَبِ، هِيَ بِنْتُ أَخِي مِنَ الرَّضَاعَةِ ‏"‏‏.

"Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Jabir bin Zaid, dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda mengenai anak perempuan Hamzah: 'Dia tidak halal bagiku (untuk dinikahi). Berlaku hukum haram karena persusuan sebagaimana haram karena nasab (pertalian darah). Dia adalah putri dari saudara sesusuanku.'" (HR. Bukhari)

Fakta Sains

Ringkasan penjelasan

Dalam biologi modern, hubungan persusuan bukan sekadar perpindahan nutrisi, melainkan transfer materi biologis kompleks yang dapat memengaruhi perkembangan bayi. 1. Mikro-RNA (miRNA) dalam Air Susu Ibu (ASI) Penelitian terbaru dalam Epigenetik menunjukkan bahwa ASI mengandung molekul kecil yang disebut microRNA. Molekul ini tidak hancur dalam sistem pencernaan bayi dan dapat masuk ke dalam aliran darah serta jaringan tubuh. microRNA berfungsi sebagai pengatur ekspresi gen, yang berarti ASI dari ibu susu dapat memengaruhi bagaimana gen-gen tertentu pada bayi "dinyalakan" atau "dimatikan", serupa dengan pengaruh ibu kandung. 2. Mikrochimerism: Perpindahan Sel Hidup Secara biologis, terdapat fenomena yang disebut Mikrochimerism, di mana sel-sel hidup (termasuk sel punca/stem cells) dari ibu masuk ke tubuh bayi melalui ASI. Sel-sel ini dapat menetap di jaringan tubuh bayi, seperti hati, paru-paru, bahkan otak, dalam waktu yang lama. Hal ini menciptakan kemiripan biologis secara seluler antara ibu susu dan anak susu, serta antara anak-anak yang menyusu pada ibu yang sama (saudara sesusuan). 3. Kesamaan Mikrobiota dan Sistem Imun ASI mentransfer HMOs (Human Milk Oligosaccharides) dan bakteri baik yang spesifik dari tubuh ibu ke bayi. Hal ini membentuk sistem kekebalan tubuh dan profil mikrobioma bayi yang mirip dengan anak kandung dari ibu tersebut. Secara imunologis, tubuh anak sesusuan "mengenal" identitas biologis yang sama dengan saudara sesusuannya.

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 2645)