Astronomi
Dinamika Orbit Matahari dan Stabilitas Kosmik
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لأَبِي ذَرٍّ حِينَ غَرَبَتِ الشَّمْسُ " تَدْرِي أَيْنَ تَذْهَبُ ". قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ " فَإِنَّهَا تَذْهَبُ حَتَّى تَسْجُدَ تَحْتَ الْعَرْشِ، فَتَسْتَأْذِنَ فَيُؤْذَنَ لَهَا، وَيُوشِكُ أَنْ تَسْجُدَ فَلاَ يُقْبَلَ مِنْهَا، وَتَسْتَأْذِنَ فَلاَ يُؤْذَنَ لَهَا، يُقَالُ لَهَا ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ. فَتَطْلُعُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى {وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ }".
"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-A'masy, dari Ibrahim At-Taimi, dari ayahnya, dari Abu Dzar RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam: 'Tahukah engkau ke mana matahari itu pergi?' Aku menjawab: 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau bersabda: 'Sesungguhnya ia pergi hingga bersujud di bawah Arsy, lalu ia meminta izin (untuk terbit kembali) dan diizinkan baginya. Dan hampir tiba waktunya ia bersujud namun tidak diterima darinya, dan ia meminta izin namun tidak diizinkan. Dikatakan kepadanya: "Kembalilah ke tempat asalmu datang," maka ia pun terbit dari tempat terbenamnya (barat). Itulah firman Allah Ta'ala: "Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (QS. Yasin: 38)'" (HR. Bukhari)
Fakta Sains
Ringkasan penjelasan
Hadis ini menggunakan bahasa metaforis untuk menjelaskan fenomena kosmik yang sangat besar. Dalam sains astronomi, pergerakan matahari dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang: 1. Lintasan Matahari (The Solar Path) Secara fisik, matahari tidak pernah benar-benar "berhenti". Kalimat "matahari berjalan di tempat peredarannya" (مُسْتَقَرٍّ لَهَا) dalam astronomi merujuk pada Solar Apex. Matahari beserta seluruh tata surya bergerak dengan kecepatan sekitar 20 km/detik menuju suatu titik di rasi bintang Hercules. Perjalanan ini adalah gerakan yang terus-menerus (kontinu) hingga mencapai titik akhir yang ditentukan secara kosmik. 2. Mekanisme Rotasi Bumi dan Terbit dari Barat Secara astronomis, matahari terbit dari timur dan terbenam di barat karena bumi berputar pada porosnya (rotasi) dari barat ke timur. Peristiwa "terbit dari barat" secara mekanika langit berarti terjadinya Pembalikan Arah Rotasi atau pergeseran sumbu kutub secara drastis (Pole Shift). Kelembaman (Inertia): Untuk membalikkan arah rotasi objek sebesar bumi, diperlukan energi kinetik yang sangat masif. Stabilitas Sistem: Hadis ini mengisyaratkan bahwa keteraturan orbit matahari dan rotasi bumi bukanlah sesuatu yang terjadi secara otomatis tanpa kendali, melainkan ada mekanisme "izin" (hukum fisika yang konsisten) yang menjaga keseimbangannya setiap hari. 3. Konsep Pergerakan Relatif Pernyataan bahwa matahari "pergi" saat terbenam adalah penjelasan berdasarkan perspektif pengamat di bumi (Geocentric Perspective). Namun, secara astronomi global, matahari selalu menyinari bagian bumi yang lain. Maka, "bersujud di bawah Arsy" secara maknawi dapat diartikan sebagai ketundukan total seluruh sistem tata surya terhadap hukum gravitasi dan hukum alam semesta yang maha luas (Arsy sebagai simbol cakupan kekuasaan tertinggi).
Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Hadits no. 3199)